kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.649   -27,00   -0,15%
  • IDX 6.319   -52,18   -0,82%
  • KOMPAS100 832   -10,94   -1,30%
  • LQ45 631   -4,14   -0,65%
  • ISSI 225   -2,77   -1,22%
  • IDX30 360   -1,39   -0,38%
  • IDXHIDIV20 449   1,48   0,33%
  • IDX80 96   -1,08   -1,12%
  • IDXV30 124   -0,84   -0,68%
  • IDXQ30 118   0,53   0,46%

Paruh pertama 2020, laba bersih Phapros (PEHA) susut 45%


Selasa, 04 Agustus 2020 / 12:17 WIB
ILUSTRASI. Obat produk PT Phapros Tbk (PEHA)


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Phapros Tbk (PEHA) merosot sepanjang semester pertama tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan anak usaha PT Kimia Farma Tbk ini di semester I-2020 tercatat Rp 453,92 miliar.

Realisasi ini menyusut 17,78% apabila dibandingkan dengan pendapatan Rp 552,11 miliar pada semester 1 2019. Rinciannya, penjualan pihak berelasi turun dari sebelumnya Rp 528,35 miliar menjadi Rp 425,87 miliar pada paruh 1 2020.

Kemudian penjualan dari pihak ketiga menghasilkan pendapatan Rp 28,05 miliar naik dari periode yang sama tahun lalu Rp 23,76 miliar. 

Baca Juga: Kejar 12 produk baru, Phapros (PEHA) sudah luncurkan 7 produk Juli ini

Seiring dengan menurunnya penjualan, maka beban pokok penjualan PEHA juga 18,43% lebih rendah menjadi Rp 208,58 miliar, dari beban pokok Rp 255,72 miliar pada periode Januari-Juni 2019.

PEHA mencatat laba bruto senilai Rp 245,34 miliar atau turun 17,22% dari Rp 296,38 miliar. Di samping itu, pada pos beban keuangan juga mengalami kenaikan 33,84% menjadi Rp 45,52 miliar, padahal beban keuangan pada semester 1 tahun lalu hanya Rp 34,01 miliar.

Phapros menorehkan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 26,87 miliar atau merosot hingga 45,10% ketimbang laba bersih Rp 48,95 miliar pada paruh pertama 2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×