Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) menyiapkan berbagai strategi untuk menggenjot kinerja tahun 2026 dan menarik lebih banyak wisatawan.
Corporate Secretary PANR AB Sadewa menyampaikan bahwa perseroan akan fokus pada penguatan dua lini bisnis utama, yakni inbound dan travel & leisure.
“Pada pilar inbound, kami memperkuat posisi sebagai regional player dengan beroperasi di beberapa negara, tidak hanya di Indonesia, tapi juga Thailand, Malaysia, dan Vietnam,” ujar AB Sadewa kepada Kontan.co.id, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga: Saham Big Banks: BBRI dan BBNI Menguat, BBCA dan BMRI Ditutup Melemah Rabu (11/3)
Sementara itu, pada lini travel & leisure, PANR berfokus menghadirkan destinasi baru dan memperkuat kanal distribusi melalui platform digital untuk menjangkau pasar traveler muda.
Perseroan juga meningkatkan penetrasi pada segmen korporasi guna mendorong pertumbuhan volume transaksi.
Momentum menjelang Lebaran tahun ini, menurut AB Sadewa, berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan, seiring meningkatnya permintaan perjalanan wisata, baik domestik maupun internasional.
“Walaupun ada faktor geopolitik, seperti konflik Iran-Israel, perseroan menyesuaikan dengan menawarkan destinasi baru ke negara-negara yang tidak terdampak,” jelasnya.
Beberapa destinasi baru tersebut meliputi wilayah Afrika, yakni Kenya dan Afrika Selatan, lima negara di Amerika Latin, Tibet sebagai Atap Dunia, serta beberapa destinasi di Inggris Raya seperti Irlandia, Wales, dan Skotlandia.
PANR juga menawarkan paket wisata dengan layanan Muslim-friendly untuk memanfaatkan momentum Lebaran.
Baca Juga: Sewa 41 Unit Forklift Listrik, Saham Indospring (INDS) Anjlok 14%,
Hingga saat ini, perseroan belum mengumumkan target pertumbuhan kinerja 2026, baik dari sisi pendapatan maupun laba.
Namun, sepanjang 2025, PANR berhasil membukukan kenaikan pendapatan sebesar 23% menjadi Rp 3,8 triliun dari Rp 3,1 triliun pada 2024. Laba usaha meningkat 21,8%, dari Rp 169,3 miliar menjadi Rp 206,3 miliar.
Manajemen menyebut pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan perjalanan wisata dan penguatan kinerja unit usaha perjalanan serta destinasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













