kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.013,51   -2,48   -0.24%
  • EMAS932.000 0,22%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Panca Mitra Multiperdana (PMMP) Akan Gelar Rights Issue, Ini Penggunaan Dananya


Senin, 11 Juli 2022 / 19:47 WIB
Panca Mitra Multiperdana (PMMP) Akan Gelar Rights Issue, Ini Penggunaan Dananya
ILUSTRASI. Ingin membangun pabrik ke-9, Panca Mitra (PMMP) bidik rights issue di angka US$ 20 juta. KONTAN/Dupla Kartini


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - SURABAYA. Emiten PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) menargetkan bakal melangsungkan rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) pada akhir 2022 atau awal 2023.

Sekretaris Perusahaan PMMP, Christian Jonathan Sutanto mengungkapkan Perseroan membidik dana di angka US$ 20 juta yang akan dipakai untuk pembangunan pabrik ke-9 senilai US$ 15 juta dan sisanya sebesar US$ 5 juta, akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.

"Kami akan gunakan dana right issue untuk pembangunan pabrik ke-9 di Situbondo, Jawa Timur sekitar US$15 juta dan sisanya untuk modal kerja sehingga Perseroan tidak perlu pinjam hutang bank lagi untuk modal kerja," jelas Christian pada paparan publik yang berlangsung secara virtual, Senin (11/7).

Lebih jauh, PMMP menjelaskan pabrik ke-9 ini ditargetkan akan beroperasi penuh pada tahun depan dan mampu menambah kapasitas produksi PMMP 2 kali lebih besar dibandingkan dengan pabrik ke-8.

Baca Juga: Panca Mitra Multiperdana (PMMP) Tak Bagi Dividen, Ini Penyebabnya

Tak hanya itu, PMMP juga akan membangun sistem pendingin alias cold storage sendiri pada pabrik terbarunya ini. Pembangunan pabrik ini nantinya menempati lahan milik PMMP di Situbondo yang memiliki total luas 19 hektar.

"Kami membangun pabrik ke -9 di komplek perusahaan Situdondo. Kami memiliki total lahan 19 hektar dan baru sekitar 15% okupansinya jadi masih banyak sekali lahan yang bisa dipakai," sambungnya.

Dengan pembangunan pabrik baru ini pula, PMMP menargetkan bisa menambah kapasitas produksi sekitar 5.500 ton pada tahun 2023. Saat ini PMMP sudah bisa menghasilkan produk sebanyak 27.000 ton dan penambahan tersebut akan membuat PMMP bisa memproduksi sebanyak 32.500 ton pada tahun depan. Adapun hingga akhir 2022, PMMP berharap bisa mencatat produksi di kisaran 19.000 ton hingga 22.000 ton

Selain itu, PMMP akan mulai lakukan ekspansi pasar menuju Uni Eropa dan beberapa negara baru lainnya seperti Korea Selatan, kerjasama strategis dengan Mulia Raya Agrijaya untuk menggenjot penjualan pasar domestik.

Sementara itu, mengenai dampak langsung atas risiko resesi yang terjadi di Amerika Serikat kepada PMMP, Christian menyampaikan bahwa risiko resesi Amerika Serikat (AS) belum mulai berdampak terhadap kinerja ekspor Perseroan ke pasar AS. Kendati demikian, Perseroan akan terus memantau perkembangan kondisi pasar AS, terutama untuk semester II nanti.

"Permintaan atas produk-produk kami, terutama Cooked Shrimp dan Value Added Shrimp cenderung masih stabil dibandingkan dengan produk-produk komoditas yang mulai menunjukkan penurunan permintaan seiring dengan risiko resesi di AS,” jelas Christian.

Namun, untuk memitigasi risiko tersebut pihaknya gencar memperluas jaringan penjualan, menambah pelanggan baru, serta menerapkan pendekatan marketing yang agresif dengan mengikuti pameran-pameran seafood baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

 

 

Selain itu, Christian juga menjelaskan bahwa PMMP akan mengikuti pameran Food and Beverage Trade Exhibition yang diselenggarakan oleh Food & Hotel Indonesia (FHI) pada 26 – 29 Juli 2022 di JI Expo Kemayoran.

Tahun ini, PMMP ikut serta dalam pameran Food and Beverage Trade Exhibition untuk mengenalkan produk kami untuk pasar domestik, yakni Ebinoya kepada para pelaku industri food and beverage di Indonesia.

Mereka mengharapkan dengan keikutsertaan pada acara ini dan didukung oleh strategi marketing yang agresif dan efisien, pihaknya mampu meningkatkan penjualan pasar domestik secara signifikan, sebagai bentuk antisipasi Perseroan dalam menghadapi risiko resesi AS.

“Melalui penerapan strategi-strategi bisnis kami untuk tahun 2022, Perseroan optimis mencapai target untuk meningkatkan volume penjualan sekitar sebesar 12 - 13% menjadi sekitar 22.000 ton dan peningkatan penjualan sebesar 15% menjadi sekitar US$ 195 juta sampai US$ 200 juta di 2022 dengan pencapaian laba bersih mencapai sekitar US$ 11 juta – 12 juta pada tahun 2022, didukung oleh mulai menurunnya biaya angkut kontainer pada tahun 2022, dibandingkan dengan tahun sebelumnya” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×