kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 -1,49%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pada Tahun Depan, Infovesta Pasang Target Optimistis IHSG di Level 7.805,08


Jumat, 22 September 2023 / 19:10 WIB
Pada Tahun Depan, Infovesta Pasang Target Optimistis IHSG di Level 7.805,08
ILUSTRASI. Pekerja membersihkan lantai di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Tribunnews/Jeprima


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski terdapat Pemilu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melaju di 2024. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani mengatakan, berdasarkan kinerja historis pada periode 2013-2022 IHSG berhasil mencatat return positif sebanyak 6 kali. 

"Dari periode kajian 10 tahun, return rata-rata IHSG sebesar 5,27%," ujarnya dalam market outlook 2024.

Salah satu penopang untuk proyeksi kinerja yang positif di tengah ketidakpastian global adalah ekspektasi pertumbuhan laba yang kuat. Arjun menerangkan, proyek laba per saham (EPS) di 2024 sebesar Rp 73,99 atau lebih tinggi dari proyeksi tahun ini sebesar Rp 68,66%.

"Sehingga terlihat proyeksi pertumbuhan EPS secara tahunan dari 2023 ke 2024 sebesar 7,76% yang relatif tinggi secara historis dan cukup baik," paparnya.

Baca Juga: IHSG Naik 0,36% ke 7.016 Hari Ini (22/9), MEDC, INKP, EXCL Top Gainers LQ45

Di sisi lain, PER IHSG diperkirakan di level 12,98 kali. Angka ini menurun dibandingkan posisi saat ini pada level 16 kali.

"PER-nya turun berarti ekspektasinya harga saham IHSG tidak akan naik sebesar pertumbuhan earnings-nya dan ini mendukung proyeksi konservatif kami untuk IHSG tahun depan," sambungnya.

Secara keseluruhan, tahun depan potensi IHSG tumbuh lebih baik didukung IHSG yang undervalued dibandingkan mayoritas pasar saham peer group-nya. Selain itu, fundamental mayoritas emiten large cap serta potensi pertumbuhan pendapatan masih cukup kuat.

Lalu, kondisi bisnis yang cukup kondusif dimana nilai tukar dieskpektasikan akan lebih stabil tahun depan, pertumbuhan ekonomi yang cukup kuat dan inflasi yang rendah. Juga ekspektasi Bank Indonesia (BI) akan memangkas tingkat suku bunga acuannya tahun depan.

Sementara sentimen negatif yang membayangi dari masa transisi atau peralihan dari Pemilu menuju aktifnya pemerintahan baru akan membuat pasar lebih sideways dengan kecenderungan uang beredar di masyarakat yang lebih sedikit. Selain itu, potensi kenaikan inflasi global di tahun depan terutama dari sisi China, jika berhasil pulih dari krisis ekonomi.

Mempertimbangkan segala sentimen tersebut, Infovesta memproyeksikan IHSG di 2024 dengan baseline scenario berpotensi tumbuh 4,15% ke 7.489,69. Sementara skenario optimis diperkirakan tumbuh 8,40% ke 7.805,08.

Baca Juga: Pasar Obligasi dan Rekasadana Dinilai Punya Outlook Positif pada Tahun 2024

Sementara dari sektoral, dari 11 sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI), Infovesta hanya memberikan outlook positif pada sektor keuangan. 

Hal tersebut didukung momentum dari emiten big caps bank yang terus mencatatkan kinerja keuangan yang solid dan BI menargetkan pertumbuhan kredit tahun depan sebesar 10%-12% atau lebih tinggi dari target tahun ini sebesar 9%-11%. Sedangkan untuk 10 sektoral lainnya, Arjun memberikan pandangan netral.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×