kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Oso Sekuritas: Buy untuk emiten media yang gesit ekspansi bisnis di segmen digital


Kamis, 11 Juli 2019 / 21:58 WIB

Oso Sekuritas: Buy untuk emiten media yang gesit ekspansi bisnis di segmen digital

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten media semakin gencar berekspansi ke bisnis digital di antaranya PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA). Analis melihat prospek kedua emiten ini semakin cerah.

Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas menjelaskan prospek ke depannya dengan transformasi iklan konvensional ke digital akan membuka peluang bisnis yang besar ke depan. “Dengan perubahan skema iklan dan transisi ke dunia digital yang tidak terbatas akan menambah nilai tambah dan masuk ke pendapatan,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Kamis (11/7).

Baca Juga: Bank jumbo tanah air terus mencetak rekor kapitalisasi pasar

Menurut Sukarno sentimen yang paling mempengaruhi SMCA dan MNCN adalah layanan Over The Top (OTT) yang menyuguhkan film-film serta sisipan iklan yang lebih cepat diakses dibanding televisi konvensional. Dengan adanya aplikasi Iflix, HOOQ yang dimiliki MNCN dan vidio.com yang dimiliki SCMA menjadikan masyarakat bisa lebih mudah menikmati konten yang disiarkan di TV secara online

Hal ini tentunya juga menjadi katalis positif bagi permintaan iklan digital. Sukarno bilang permintaan iklan di platform digital ditengarai akan terus meningkat dan berdampak positif bagi kedua emiten ini.

Sukarno menyatakan terbukti dari peningkatan pendapatan MNCN yang tumbuh pesat. Melansir laporan keuangan di kuartal I 2019, pendapatan dari iklan tumbuh 15% year on year (yoy) menjadi Rp 1,76 triliun di kuartal I 2019. Adapun iklan digital yang kontribusinya naik hingga 330%. Begitu juga laba bersih yang meroket hingga 98% yoy menjadi Rp 585 miliar.

Baca Juga: Simak prospek bisnis SCMA dan MNCN di tengah perkembangan teknologi digital​

Menurut Sukarno, SMCA juga memperlihatkan kinerja fundamental yang menarik. Pada kuartal I 2019 SCMA membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih 8,1% yoy menjadi Rp 1,25 triliun. Adapun laba tahun berjalan juga naik 9,5% yoy menjadi Rp 359 miliar.

Sukarno merekomendasikan buy saham MNCN di target harga Rp 1.650. Adapun saham SCMA yang buy on weakness karena dalam tren turun di target harga Rp 1.865.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Editor: Tendi
Video Pilihan


Close [X]
×