kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45789,82   1,25   0.16%
  • EMAS1.008.000 0,10%
  • RD.SAHAM 0.17%
  • RD.CAMPURAN 0.10%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

ORI017 sudah dapat dijual, lebih baik disimpan atau dilepas?


Rabu, 23 September 2020 / 19:45 WIB
ORI017 sudah dapat dijual, lebih baik disimpan atau dilepas?
ILUSTRASI. Obligasi negara ritel (ORI) seri ORI017 sudah melewati masa holding period sejak 15 September lalu.

Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Obligasi negara ritel (ORI) seri ORI017 sudah melewati masa holding period sejak 15 September lalu. Artinya, pemilik ORI017 sudah bisa memindahbukukan kepemilikan ORI tersebut atau dengan kata lain menjualnya. 

Keunggulan ORI017 adalah tradable alias bisa diperjualbelikan kembali di pasar sekunder. Berdasarkan data Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), pada Selasa (22/9), ORI017 yang diterbitkan 15 Juli 2020 lalu berhasil mencatatkan kenaikan harga menjadi 103,0459% dari harga penerbitan di 100,00%. 

Head of Research & Market Information Department IBPA Roby Rushandie mengatakan kenaikan harga ORI017 dipengaruhi oleh tren yield yang menurun. Tercatat, yield surat utang negara (SUN) tenor 10 tahun berada di 6,8%. Posisi tersebut menurun jika dibandingkan dua pekan lalu yang sempat berada di 6,9%. 

Selain itu, melihat tren penurunan suku bunga ke depan masih akan berlanjut, Roby mengatakan instrumen obligasi ritel yang sudah lebih dulu meluncur akan lebih atraktif. Pasalnya, seri lama ini memiliki kupon yang lebih tinggi dibandingkan obligasi ritel yang kuponnya cenderung menurun mengikuti tren penurunan suku bunga. 

Baca Juga: Penawaran SR013 Berakhir Hari Ini (23/9), Ini Investasi Aman Saat Resesi, Lho

Susanto Chandra, Chief Investment Officer Kisi Asset Management menyarankan investor dapat mempertahankan kepemilikan ORI017 bila ditujukan untuk jangka panjang atau hingga jatuh tempo. Pertimbangan Susanto adalah kondisi global dalam dua tahun ke depan masih dalam proses pemulihan, sehingga tingkat inflasi akan tetap rendah hingga dua tahun ke depan. Dampaknya, suku bunga acuan masih cenderung menurun. 

"Tentunya dalam hal ini kami memperkirakan Indonesia dapat menangani masalah Covid-19 dengan baik dan vaksin dapat didistribusikan pada awal tahun depan," kata Susanto, Rabu (23/9). Bagi investor jangka pendek, Susanto melihat pasar obligasi masih akan mengalami volatilitas yang cukup tinggi menjelang pemilu presiden AS. 

Di tengah kondisi tersebut, Susanto mengatakan investor asing berpotensi mengurangi porsi aset berisiko seperti surat utang dari negara berkembang. Jika hal ini terjadi, maka yield obligasi pemerintah bisa kembali naik dan harga obligasi akan cenderung menurun. Dengan begitu, bagi investor jangka pendek baiknya dapat mengurangi eksposur volatilitas tinggi tersebut terlebih dahulu dengan menjual kepemilikan ORI017. 

Baca Juga: Capai Rp 24 triliun, Kemenkeu akan menyerap seluruh penjualan sukuk ritel SR013

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×