kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.543   43,00   0,25%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Obligasi global RI kelebihan permintaan US$ 900 jt


Kamis, 11 Juli 2013 / 12:04 WIB
ILUSTRASI. Awan mendung menghiasi langit Jakarta, Rabu (21/10/2020). Cuaca besok di Jabodetabek berawan hingga hujan sedang, menurut ramalan BMKG. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan.


Reporter: Wahyu Satriani |

JAKARTA.  Global bond yang diterbitkan pemerintah menerima kelebihan permintaan (oversubcribes) US$ 900 juta dengan total permintaan yang masuk dari investor mencapai US$ 1,9 miliar. Dari total permintaan tersebut, pemerintah hanya menjual global bond sebesar US$ 1 miliar.

"Pada malam ini, 10 Juli 2013 sekitar pukul 12.05 waktu New York atau 11 Juli 2013 pukul 00.05 waktu Jakarta, telah dilaksanakan pricing global bond dengan total alokasi US$ 1 miliar," kata Loto Srinaita Ginting, Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan, kepada Kontan, Jakarta Kamis (11/7).

Global bond bernama RI1023 ini diterbitkan dengan tenor 10 tahun dan akan jatuh tempo 17 Oktober 2023. Yield yang ditetapkan 5,45% dengan kupon 5,37% dan harga 99,39%.

Amerika Serikat mendapatkan alokasi paling banyak sekitar 79%. Sedangkan untuk investor Eropa sekitar 26% dan Asia sekitar 25%.

Sedangkan dari tipe investor, alokasi terbesar berasal dari asset manager sekitar 71%. Kemudian sisanya merupakan investor perbankan sebesar 6%, asuransi dan dana pensiun sebesar 19%, serta private banks sebesar 4%.

"Untuk tanggal settlement dijadwalkan pada 17 Juli 2013," kata Loto.

Sumber ilustrasi: www.shutterstock.com

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×