Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Nitrasanata Dharma Tbk (JEXC) mematok harga penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 1.250. Adapun masa penawaran umum berlangsung pada Rabu (1/7/2026) sampai Jumat (3/7/2026).
Perusahaan pengelola jaringan JEC Eye Hospitals & Clinics ini menawarkan maksimal sekitar 487,98 juta saham atau setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor pasca IPO.
Dalam aksi korporasi, JECX juga menawarkan 162,88 saham divestasi milik DR. Dr. Waldenius Girsang, SpM(K) yang mewakili 2% dari modal ditempatkan disetor pasca penawaran umum saham.
Baca Juga: IHSG Menguat ke 5.695,5 di Pagi Ini (1/7), Top Gainers LQ45: CUAN, BRPT, AMMN
Dengan demikian, dana dari IPO yang berpotensi dikantongi JEXC mencapai Rp 609,97 miliar. Ini terdiri dari Rp 406,65 miliar dari penerbitan saham baru dan Rp 203,32 saham hasil divestasi.
Bersamaan dengan IPO ini, JECX juga mengadakan program alokasi saham karyawan dengan mengalokasikan saham sebesar 2,29% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO atau setara dengan 11,16 juta.
Lebih lanjut, sekitar Rp 49 miliar dana dari hasil penjualan saham baru JEXC akan dipakai untuk pembayaran lebih awal sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Kemudian sebesar Rp 100 miliar digunakan untuk pembayaran lebih awal kepada PT Bank HSBC Indonesia atas sebagian pokok pinjaman.
Ketiga, Rp 185 miliar akan disalurkan kepada perusahaan anak. RIcannya, Rp 50 miliar untuk PT Nitra Sanata Bali, Rp 100 miliar disalurkan sebagai pinjaman pada PT Orbita dan Rp 35 miliar akan dijadikan pinjaman kepada PT JEC Candi Sejahtera.
Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 17.944 Per Dolar AS Hari Ini (1/7), Asia Tertekan
Sisanya akan digunakan untuk modal kerja, yaitu biaya-biaya yang sehubungan dengan kegiatan operasional sehari-hari yang akan digunakan secara bertahap maksimal sampai 31 Desember 2027.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














