kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Nilai tukar rupiah terkapar dalam setahun ini


Jumat, 29 Desember 2017 / 17:00 WIB


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setahun ini, rupiah melemah di hadapan dollar Amerika Serikat (AS). Kurs rupiah terhadap the greenback secara year to date hingga 28 Desember di pasar spot melemah 0,62% ke Rp 13.557 per dollar AS dari level Rp 13.473 per dollar AS.

AS memang menjadi katalis yang mendorong dan menjatuhkan kurs rupiah. Ingat saja, awal tahun the greenback terpuruk lantaran terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS pada November 2016. Awal tahun 2017, rupiah sempat stabil di sekitar level 13.300. 

Namun rupiah mulai bergejolak setelah adanya kenaikan suku bunga The Federal Reserve tahun ini pada kisaran kuartal III-2017. Dollar AS akhirnya semakin diburu lagi, apalagi dengan wacana pemangkasan pajak korporasi yang akhirnya gol pada pertengahan Desember lalu.

"Dari luar negeri banyak tekanan dan tren dari AS, yaitu ada kenaikan suku bunga The Fed, pajak korporasi dan potensi kenaikan suku bunga tahun 2018 dan 2019. Jadi sentimennya bakal ada capital outflow, apalagi di pasar saham di tahun ini sendiri sudah keluar banyak," jelas Ekonom Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto kepada Kontan.co.id.

Tahun depan, The Fed berpotensi menaikkan suku bunga hingga tiga kali dan tahun 2019 pada kisaran 2-3 kali juga. Pemangkasan pajak korporasi AS yang jadi 21% dari level 35% akan semakin meningkatkan gairah repatriasi dollar dan pertumbuhan ekonomi AS di jangka panjang.

Bukan berarti rupiah menghadapi masa depan suram. Menurut Rully, fundamental Indonesia masih kuat lantaran inflasi stabil dan suku bunga akan ditahan pada level rendah. "Terutama kalau Moody's dan S&P bisa menyusul menaikkan peringkat surat utang kita, maka pertumbuhan akan lebih baik lagi," jelas Rully.

Atas pertimbangan tersebut, Rully melihat tahun depan rupiah bisa berada di kisaran Rp 13.400-Rp 13.600 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×