kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Nilai tukar rupiah terkapar dalam setahun ini


Jumat, 29 Desember 2017 / 17:00 WIB


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setahun ini, rupiah melemah di hadapan dollar Amerika Serikat (AS). Kurs rupiah terhadap the greenback secara year to date hingga 28 Desember di pasar spot melemah 0,62% ke Rp 13.557 per dollar AS dari level Rp 13.473 per dollar AS.

AS memang menjadi katalis yang mendorong dan menjatuhkan kurs rupiah. Ingat saja, awal tahun the greenback terpuruk lantaran terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS pada November 2016. Awal tahun 2017, rupiah sempat stabil di sekitar level 13.300. 

Namun rupiah mulai bergejolak setelah adanya kenaikan suku bunga The Federal Reserve tahun ini pada kisaran kuartal III-2017. Dollar AS akhirnya semakin diburu lagi, apalagi dengan wacana pemangkasan pajak korporasi yang akhirnya gol pada pertengahan Desember lalu.

"Dari luar negeri banyak tekanan dan tren dari AS, yaitu ada kenaikan suku bunga The Fed, pajak korporasi dan potensi kenaikan suku bunga tahun 2018 dan 2019. Jadi sentimennya bakal ada capital outflow, apalagi di pasar saham di tahun ini sendiri sudah keluar banyak," jelas Ekonom Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto kepada Kontan.co.id.

Tahun depan, The Fed berpotensi menaikkan suku bunga hingga tiga kali dan tahun 2019 pada kisaran 2-3 kali juga. Pemangkasan pajak korporasi AS yang jadi 21% dari level 35% akan semakin meningkatkan gairah repatriasi dollar dan pertumbuhan ekonomi AS di jangka panjang.

Bukan berarti rupiah menghadapi masa depan suram. Menurut Rully, fundamental Indonesia masih kuat lantaran inflasi stabil dan suku bunga akan ditahan pada level rendah. "Terutama kalau Moody's dan S&P bisa menyusul menaikkan peringkat surat utang kita, maka pertumbuhan akan lebih baik lagi," jelas Rully.

Atas pertimbangan tersebut, Rully melihat tahun depan rupiah bisa berada di kisaran Rp 13.400-Rp 13.600 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×