kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Negosiasi dagang tertunda, rupiah berpotensi lanjutkan pelemahan pada Selasa (18/8)


Senin, 17 Agustus 2020 / 15:31 WIB
ILUSTRASI. Rupiah diprediksi kembali melemah


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Negosiasi kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China yang kembali tertunda berpotensi membuat rupiah lanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa (18/8). 

Mengutip Bloomberg, Jumat (14/8), nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 0,14% ke Rp 14.795 per dolar AS. Kompak, rupiah di kurs tengah Bank Indonesia juga melemah 0,27% ke Rp 14.877 per dolar AS. 

Baca Juga: Waspada, IHSG berpotensi diwarnai aksi profit taking pada Selasa (17/8)

Analis Monex Investindo Futures Faisyal memproyeksikan, kurs rupiah masih akan melemah karena negosiasi kesepakatan antara Negeri Paman Sam dan China tertunda. Sebelumnya kedua negara tersebut sudah dijadwalkan untuk melakukan negosiasi pada Sabtu, (16/8). 

Sentimen yang memberatkan pergerakan nilait tukar rupiah juga datang dari data penjualan ritel inti AS yang rilis di akhir pekan lalu. Data tersebut menunjukkan, pertumbuhan yang lebih tinggi 1,9% dari konsensus di 1,3% untuk periode Juli. 

"Data AS yang bagus dan masih tertundanya negosiasi AS dan China memicu pelemahan rupiah," kata dia, Jumat (15/8). 

Selain itu, dari dalam negeri Faisyal melihat dengan semakin banyaknya kasus Covid-19 tambahan juga mempengaruhi rupiah spot bergerak melemah. 

Head of Economics Research Pefindo Fikri C. Permana juga memproyeksikan, pelemahan rupiah masih akan terjadi karena yield US Treasury AS bergerak naik di akhir pekan lalu. Ini merupakan respon dari data ekonomi AS yang membaik. 

Baca Juga: Deretan uang rupiah khusus edisi Kemerdekaan RI, ada pecahan Rp 850.000

"Meningkatnya yield US Treasury menggambarkan secara makro dan sentimen pasar sedang memihak dollar AS untuk menguat, rupiah masih akan terdepresiasi," lanjut dia. 

Faisyal memproyeksikan, besok rupiah bergerak dengan cenderung melemah di rentang Rp 14.700 hingga Rp 14.920 per dolar AS. Sementara, Fikri memprediksi, nilai tukar rupiah bergerak di Rp 14.700-Rp 14.900 per dolar AS. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×