CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Naik tak wajar, saham Onix Capital (OCA) masuk daftar UMA


Selasa, 12 Maret 2019 / 12:42 WIB
Naik tak wajar, saham Onix Capital (OCA) masuk daftar UMA

Berita Terkait

Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pergerakan saham PT Onix Capital Tbk (OCAP) yang dianggap telah mengalami peningkatan secara signifikan. Dimana kenaikan harga saham yang terjadi sudah di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA).

"Sehubungan dengan terjadinya unusual market activity atas saham OCAP tersebut, perlu kami sampaikan bahwa BEI sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," kata PH Kepala Divisi Pengawasan Transaksi dan Martin Satria Bako, PH Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI Zakky Ghufron dalam pengumumannya, Selasa (12/3).


Oleh karena itu, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa dan mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya. 

BEI juga meminta investor untuk mengkaji kembali rencana aksi korporasi emiten bila belum mendapat persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Kemarin (11/3) harga saham OCAP melonjak tinggi dan ditutup naik 24,86% ke level harga Rp 1.105. Fenomena tersebut berlanjut pada sesi perdagangan pertama hari ini (12/3), yang mana saham ditutup menguat 24,89% ke harga Rp 1.380.

Bahkan, selama periode Januari 2019 hingga hari ini, saham OCAP sudah melonjak 403,65% dan selama 30 hari terakhir naik 1.603%. Padahal, sejak pertengahan Februari 2019 saham OCAP masih terjebak di harga Rp 54 per saham.

Onix Capital merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa seperti jasa konsultasi bidang bisnis, manajemen dan administrasi. Emiten tersebut, mulai melantai di BEI pada 10 November 2003 dengan harga IPO Rp 200 per saham, di mana saham mayoritas dimiliki UOB Kay Hian (Hong Kong) sebanyak 45%, sedangkan saham yang dimiliki publik memiliki porsi hanya 12%.




TERBARU

Close [X]
×