kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Naik 169% dalam tiga bulan, saham Sentral Mitra (LUCK) kena suspend


Selasa, 09 Juli 2019 / 14:24 WIB

Naik 169% dalam tiga bulan, saham Sentral Mitra (LUCK) kena suspend

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) mulai perdagangan Selasa (9/7) pagi. Penghentian sementara ini dilakukan setelah harga saham LUCK mencatat peningkatan harga kumulatif yang signifikan. 

"Dalam rangka cooling down, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham Sentral Mitra Informatika (LUCK) pada perdagangan tanggal 9 Juli 2019," ungkap Lidia M. Panjaitan, Kepala Divisi Transaksi BEI dan Martin Satria D. Bako, PH Kadiv Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI dalam pengumuman suspensi.


Sebelumnya, pada Senin (24/6) yang lalu BEI sempat merilis dan mencatatkan aktivitas saham LUCK yang melonjak drastis ke dalam kategori unusual market activity. Dalam 18 hari terakhir saja, tercatat saham LUCK bertumbuh sebanyak 950 point atau sebesar 67,79%.

Dalam tiga bulan terakhir, harga saham emiten ini melonjak 169%. Senin (8/7), harga saham LUCK ditutup menguat 2,05% ke level Rp 1.990 per saham dari perdagangan hari sebelumnya. Harga saham LUCK terus mendaki sejak pertengahan April. Pada 12 April, harga saham LUCK berada di Rp 740 per saham.

Dengan dijatuhkannya suspensi atas saham LUCK, maka seluruh kegiatan perdagangan saham emiten ini baik di pasar reguler maupun pasar tunai untuk sementara waktu diberhentikan. Suspensi ini bertujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi di saham LUCK. 

LUCK sendiri merupakan emiten yang melakukan IPO pada 28 November 2018 lalu. Emiten ini bergerak dalam sektor jasa penyediaan teknologi informasi seperti hardware. Hingga perdagangan Senin (8/7) saham LUCK sudah naik 591% dari pertama kali dilaksanakannya IPO.


Reporter: Irene Sugiharti
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan


Close [X]
×