kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.859   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

MYOR memperlambat kenaikan harga jual


Rabu, 10 Juni 2015 / 18:29 WIB
ILUSTRASI. Apa itu Real Food sebagai makanan sehat


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Sanny Cicilia

TANGERANG. Demi memperlebar margin, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) akan mengerek harga jual produknya. Rencananya, MYOR akan meningkatkan harga jual sekitar 5% sampai 10%.

Direktur Utama MYOR Andre Sukendra Atmadja mengatakan, MYOR menaikkan harga jual sebanyak 10% di tahun lalu. Peningkatan harga jual tersebut dilakukan beberapa kali di beberapa produk. "Sedangkan kenaikan harga tahun ini tak akan sebesar tahun lalu," ucapnya, Rabu, (10/6).

Pada kuartal pertama kemarin, MYOR telah meningkatkan harga jual senilai 3%. Sayangnya, hal tersebut justru memperlambat penjualan perusahaan. Pada kuartal pertama 2015, pendapatan MYOR tergerus dari Rp 3,49 triliun ke posisi Rp 3,45 triliun.

Margin kotor MYOR tercatat 27,4% di kuartal pertama 2015. Sampai akhir tahun ini, MYOR memproyeksikan gross margin di posisi 24%. Sedangkan di tahun lalu, gross margin MYOR adalah 17,86%.

MYOR optimistis, labanya mampu melonjak 104,96% dari Rp 409,82 miliar di 2014 menjadi Rp 840 miliar pada tahun ini. Kemudian, penjualannya diproyeksikan tumbuh 9,46% dari Rp 14,16 triliun menjadi Rp 15,5 triliun.

Andre bilang, MYOR akan menambah 2 sampai 3 produk baru. Sekedar informasi, MYOR dikenal dengan merek dagang Torabika, Kopiko, Energen, Beng-Beng, Roma, dan lain-lain.

Saham MYOR tutup di harga Rp 25.100, memerah 1,57% dibanding hari sebelumnya.


 


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×