kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Monetisasi Data Solid, Prospek AI Jadi Bonus Valuasi Saham ISAT


Jumat, 23 Oktober 2026 / 16:59 WIB
Monetisasi Data Solid, Prospek AI Jadi Bonus Valuasi Saham ISAT
ILUSTRASI. Gerai IndosatKetahanan monetisasi data seluler dan kedisiplinan efisiensi biaya menjadi mesin penggerak laba PT Indosat Tbk (ISAT).Muchlis)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketahanan monetisasi data seluler dan kedisiplinan efisiensi biaya menjadi mesin penggerak laba PT Indosat Tbk (ISAT), dengan inisiatif infrastruktur artificial intelligence (AI) yang siap memberikan nilai tambah pada valuasi di masa depan.

Analis KB Valbury Sekuritas Steven Gunawan menilai bahwa inti dari pertumbuhan kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) saat ini didorong oleh kuatnya monetisasi layanan data secara bertahap serta penerapan disiplin biaya yang ketat.

Ketahanan fundamental pada lini bisnis eksisting inilah yang diyakini akan menjaga prospek margin perusahaan ke depannya, di tengah masifnya perluasan jaringan.

Kedisiplinan dalam pengendalian beban tersebut tercermin dari proyeksi laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) ISAT pada tahun 2026 yang diperkirakan tumbuh 5,6% mencapai Rp 28,1 triliun.

Baca Juga: Rupiah Diprediksi Masih Tertekan hingga Akhir Oktober

Laju peningkatan EBITDA tersebut diproyeksikan sanggup melampaui pertumbuhan pendapatan konsolidasi perusahaan yang diestimasi naik sebesar 4,9% secara tahunan menjadi Rp 59,3 triliun.

Pendapatan dari layanan data masih menjadi mesin pertumbuhan yang paling diandalkan oleh ISAT, dengan target kenaikan 7,6% secara tahunan menjadi Rp 46,7 triliun pada 2026.

"Hal ini menunjukkan bahwa ISAT menghasilkan lebih banyak nilai dari layanan datanya tanpa bergantung pada penggunaan yang lebih tinggi," kata Steven dalam risetnya, (22/10/2026).

Kualitas pendapatan ini turut didukung oleh ekspektasi peningkatan pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) ke level Rp 44.900, dengan imbal hasil data (data yield) yang mampu dijaga stabil pada kisaran Rp 2,4 per megabyte (MB).

Selain mematangkan segmen seluler, ISAT juga mulai merambah segmen infrastruktur artificial intelligence (AI) dan pusat data (data center) yang menawarkan jalur ekspansi kedua yang menarik bagi perusahaan.

Melalui manuver strategisnya, ISAT tercatat memiliki 25% saham di BDx Indonesia, serta 37% porsi kepemilikan di Zankore, yakni sebuah entitas bisnis AI NeoCloud yang berafiliasi kuat dengan Ooredoo Group, NVIDIA, dan Nokia.

Baca Juga: Kontrak Baru dan Sukuk Jadi Katalis Positif Darma Henwa (DEWA), Cek Rekomendasinya

Meski berpotensi menciptakan nilai tambah jangka panjang yang masif, kontribusi finansial pasti serta besarnya kebutuhan pendanaan eksternal dari inisiatif AI tersebut belum dimasukkan ke dalam estimasi valuasi dasar ISAT.

"Pada akhirnya, ISAT harus menunjukkan kemampuannya dalam menghasilkan imbal hasil AI yang menarik tanpa menekan neracanya sebelum inisiatif-inisiatif ini dapat menjadi pendorong nyata bagi valuasinya," ujar Steven.

Dari proyeksi laba rugi keseluruhan, pelebaran selisih yang sehat antara pertumbuhan pendapatan dan laju biaya ini diperkirakan mampu mengangkat laba bersih perusahaan menembus Rp 6,0 triliun pada 2026.

Hal ini akan membuat margin laba bersih ISAT menebal ke level 10,2%, lebih baik dibandingkan dengan capaian 9,7% pada estimasi 2025.

Melihat prospek peningkatan margin dari monetisasi data yang semakin matang serta manajemen operasional yang cermat dalam mendukung pertumbuhan laba, Steven mempertahankan rekomendasi buy untuk saham ISAT dengan target harga di level Rp 2.500 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×