Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) terus memacu strategi pertumbuhan bisnis dan efisiensi di berbagai lini operasional.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan menilai bahwa kinerja operasional perusahaan berada di jalur yang tepat berkat keberhasilan strategi internalisasi armada yang mampu mendorong perluasan margin secara signifikan.
Efisiensi tersebut tercermin dari pencapaian laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) DEWA pada kuartal ketiga 2026 yang melonjak 27,5% secara kuartalan menjadi Rp 626 miliar.
Pencapaian ini melampaui pertumbuhan pendapatan perseroan yang naik 14,4% pada periode yang sama, didorong oleh kontribusi penuh operasional armada di Bengalon serta kondisi cuaca yang bersahabat.
Baca Juga: Bitcoin Gagal Bertahan Dekati US$ 85.000, Arus Dana ETF Jadi Perhatian
Alhasil, margin EBITDA perseroan melesat menjadi 33,0% dari sebelumnya 29,6% pada kuartal kedua.
Dari sisi perluasan kerja, langkah perusahaan di proyek Sebuku juga berjalan sesuai jadwal sejak dimulai pada Agustus 2026 lalu.
"Dengan Sebuku yang memberikan fondasi kuat untuk pertumbuhan volume, katalis laba berikutnya dapat berasal dari potensi kontrak baru, seiring langkah DEWA mengejar peluang penambangan batubara di Sumatra Selatan dan penambangan nikel di Halmahera Timur, Maluku Utara," ungkap Erindra dalam risetnya, (23/10/2026).
Dalam skenario optimistis, tambahan proyek tersebut diproyeksikan mampu menyumbang pergerakan material tahunan hingga 61,4 juta bank cubic meter (mbcm).
Ekspansi ini berpotensi meningkatkan estimasi pendapatan DEWA sebesar 25,6% atau bertambah Rp 3,02 triliun, serta membuat laba bersih melonjak tajam 54,5% dengan tambahan Rp 896 miliar untuk tahun 2027 mendatang.
Guna merealisasikan rencana ekspansi anorganik tersebut, DEWA berencana menerbitkan Sukuk Wakalah dengan nilai maksimal Rp 3,5 triliun.
"Hasil penerbitan diharapkan dapat mendukung kebutuhan belanja modal dan modal kerja, memberikan tambahan fleksibilitas pendanaan untuk mobilisasi proyek dan potensi memenangkan tender," jelas Erindra.
Penerbitan sukuk tahap awal ditargetkan mencapai Rp 1,5 triliun pada Desember 2026, yang setara dengan sekitar 46% dari proyeksi belanja modal perusahaan pada 2027.
Kendati prospek fundamental tampak sangat menjanjikan, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai sejumlah risiko seperti penundaan eksekusi proyek, beban pendanaan yang membengkak, serta penerapan regulasi Kepmen ESDM No. 365/2026.
Melihat prospek kelanjutan perbaikan margin operasional serta volume produksi yang terjamin dari proyek Sebuku, Erindra mempertahankan rekomendasi buy untuk saham DEWA dengan target harga Rp 530 per saham.
Potensi kemenangan tender di Sumatera Selatan dan Halmahera Timur dinilai akan memberikan tambahan peluang keuntungan (upside) yang masif bagi valuasi saham perseroan ke depannya.
Baca Juga: Bos BRMS Agoes Projosasmito Borong 5,5 Juta Saham, Harga Saham Masih Melemah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













