kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS) peroleh kontrak anyar senilai US$ 9 juta


Minggu, 09 Februari 2020 / 20:02 WIB
ILUSTRASI. RUPST PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS), Rabu (24/4) Balai Kartini.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) menandatangani kontrak kerja sama pembongkaran dan penyewaan floating crane dengan PT Artha Daya Coalindo (ADC). Penandatanganan kontrak ini dilakukan pada 5 Februari 2020 silam.

Kontrak ini meliputi perjanjian mengenai pembongkaran batubara dan penyewaan floating crane di SPOJ Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya Power Generation.

Baca Juga: Terus Terkoreksi, Saham MBSS Kembali diborong Lo Kheng Hong

Adapun jangka waktu perjanjian kerja sama ini adalah selama lima tahun.

Dalam keterangan resminya, Wakil Direktur Utama Mitrabahtera Lucas Djunaidi mengatakan, MBSS berpotensi menerima total pendapatan hingga sekitar US$ 9 juta atau dapat disesuaikan dengan jumlah kargo yang diangkut MBSS.

“Perseroan dan ADC tidak memiliki hubungan afiliasi,” tulis Lucas dalam keterangan rilis, Jmuat (7/2).

Baca Juga: Harga Batubara Tertekan Kebijakan China, Begini Prospeknya Tahun Ini

Dus, perjanjian ini akan berdampak pada keberlangsungan usaha MBSS dan berdampak pada peningkatan pendapatan Perseroan.

Kepada Kontan.co.id bulan lalu, Lucas mengatakan tahun ini MBSS menargetkan pendapatan dapat tumbuh hingga 10% dari total outlook pendapatan 2019.

Baca Juga: Produksi batubara Bumi Resources (BUMI) naik 8,34% menjadi 87 juta ton di 2019

Target ini, lanjut Lucas, dipasang dengan asumsi kondisi harga batubara di pasar yang masih volatile.

MBSS juga mengalokasikan belanja modal/capital expenditure (capex) senilai US$ 14,6 juta untuk tahun ini. Entitas anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY) ini akan menggunakan capex untuk pengembangan bisnisnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×