Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mitra Investindo Tbk (MITI) menjalin kerja sama strategis dengan PT CNEC Engineering Indonesia (CNEC INA) untuk mengembangkan tiga konsesi tambang pasir silika milik entitas anak MITI.
Adapun kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman alias memorandum of understanding (MoU) pada 29 September 2026 di Jakarta.
Kesepakatan ini menjadi kerangka awal pengembangan proyek silika yang mencakup kerja sama pengembangan sumber daya mineral dan layanan teknis.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah Rp 17.966 Per Dolar AS Hari Ini (1/10), Asia Terkoreksi
Presiden Mitra Investindo Andreas Tjahjadi mengakui kapabilitas rekayasa dan konstruksi yang dimiliki CNEC INA, baik secara langsung maupun melalui perusahaan induknya, China Nuclear Engineering & Construction Corporation (CNECC).
"Ke depan, kami akan menindaklanjuti MOU ini menuju tahapan perjanjian definitif sesuai kesepakatan kedua belah pihak dan ketentuan yang berlaku," jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (1/10/2026).
Adapun MoU mencakup kerangka kerja sama untuk mendukung seluruh tahapan pengembangan proyek silika. Ini meliputi pengambilan sampel pra-proyek, eksplorasi, studi kelayakan, penilaian pra-proyek, hingga layanan rekayasa dan teknis.
Kerja sama ini juga membuka peluang penjajakan pendanaan dan kemitraan komersial setelah tahapan eksplorasi serta studi kelayakan selesai. Namun, MoU tersebut belum merupakan perjanjian definitif untuk pelaksanaan proyek maupun pendanaan.
Andreas bilang kesepakatan ini diharapkan dapat menyelaraskan kepentingan kedua pihak dalam pengembangan proyek. Di mana, MITI mengandalkan aset konsesi tambang, sementara CNEC INA memiliki kapabilitas teknis dan rekayasa untuk mendukung pengembangan.
Asal tahu saja, CNEC INA merupakan anak usaha CNECC, perusahaan milik negara China yang bergerak di bidang rekayasa, pengadaan, dan konstruksi atau engineering, procurement, and construction (EPC).
Perusahaan anak yang berasal dari negeri Tirai Bambu tersebut memiliki layanan manajemen proyek, pengendalian proyek, rekayasa teknis, serta penyiapan infrastruktur industri komersial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














