kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Minyak WTI dan Brent terjungkal di bawah US$ 50


Kamis, 27 Oktober 2016 / 12:33 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Harga minyak dunia kembali dilanda aksi jual. Bahkan hari ini, posisi harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent sama-sama terpuruk di bawah US$ 50.

Sekadar informasi, berdasarkan data CNBC, harga kontrak minyak Brent sempat naik ke atas level US$ 50 pada Kamis (27/10) pagi. Namun, kondisi itu tak berlangsung lama di mana per pukul 10.23 waktu Singapura, harga minyak Brent kembali ke level US$ 49,91 per barel.

Demikian pula halnya dengan minyak WTI. Hari ini, harga minyak WTI ditransaksikan di level US$ 49,17 per barel atau turun 1 sen dari level penutupan sebelumnya.

Para trader berpendapat, minyak Brent menemui kesulitan untuk menembus levelUS$ 50 seiring berkembangnya keraguan bahwa OPEC dan produsen minyak non OPEC -seperti Rusia- dapat menemui kata sepakat dalam rencana untuk memangkas produksi minyak.

"Investor masih tidak yakin apakah OPEC dapat mengimplementasikan kesepakatan sementara untuk memangkas produksi," jelas ANZ Bank.

Pemangkasan produksi ini digagas oleh Arab Saudi, yang notabene merupakan produsen minyak terbesar dunia. Upaya ini mendapatkan dukungan dari Rusia.

Di sisi lain, Irak berpendapat pemangkasan produksi tidak diperlukan karena mereka membutuhkan pendapatan tambahan untuk memerangi ISIS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×