kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.062   62,00   0,34%
  • IDX 5.831   -109,85   -1,85%
  • KOMPAS100 773   -12,85   -1,64%
  • LQ45 583   -6,25   -1,06%
  • ISSI 203   -3,48   -1,69%
  • IDX30 330   -3,96   -1,19%
  • IDXHIDIV20 409   -3,48   -0,84%
  • IDX80 88   -1,29   -1,45%
  • IDXV30 112   -1,92   -1,69%
  • IDXQ30 107   -1,11   -1,03%

Minyak naik di tengah ancaman produksi AS


Senin, 20 Februari 2017 / 22:22 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

LONDON. Minyak naik tipis pada perdagangan Senin (20/2), dipicu optimisme investor atas efektivitas pemotongan produksi yang mendorong kenaikan harga meski suplai dan stok minyak Amerika Serikat (AS) tetap tinggi.  

Mengutip Reuters, minyak berjangka Brent naik 28 sen menjadi US$ 56,09 per barel pukul 14.48 waktu setempat, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 23 sen pada level US$ 53,63.

"Masih ada konsensus umum bahwa kesepakatan OPEC / non-OPEC membantu pasokan untuk sesuai dengan permintaan. Sikap bullish ini dimentahkan oleh persediaan yang terus meningkat di AS dan meningkatnya jumlah rig," PVM Oil Associates strategi Tamas Varga mengatakan dalam sebuah catatan.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lainnya, termasuk Rusia, telah menyepakati setahun lalu untuk memangkas produksi0 hampir 1,8 juta barel per hari (bph) pada paruh pertama 2017.

Perkiraan menunjukkan kepatuhan dengan pemotongan sekitar 90 %, sedangkan Reuters melaporkan pekan lalu OPEC bisa memperpanjang perjanjian tersebut atau menerapkan pemotongan lebih dari Juli jika persediaan minyak mentah global gagal pada level cukup.

Pengiriman minyak mentah eksportir OPEC atas Arab Saudi jatuh pada bulan Desember untuk 8.014.000 barel per hari dari 8.258.000 bph pada bulan November, data resmi menunjukkan Senin ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×