kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Minyak jatuh untuk hari keenam gara-gara virus corona


Selasa, 28 Januari 2020 / 09:00 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO: A general view shows Mexican state oil firm Pemex's Cadereyta refinery, in Cadereyta, Mexico October 5, 2019. Picture taken October 5, 2019. REUTERS/Daniel Becerril/File Photo


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minyak mentah dunia turun untuk enam hari beruntun pada perdagangan Selasa (28/1). Penyebaran virus China meningkatkan kekhawatiran tentang pukulan terhadap pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak.

Melansir Bloomberg, pukul 08.36 WIB, minyak Brent pengiriman Maret 2020 ke US$ 59,07 per barel atau turun 0,42%. Setelah menyentuh level terendah tiga bulan pada hari Senin (27/1), di US$ 58,50 per barel.

Baca Juga: Kemenlu: 243 WNI terjebak di Wuhan China, pusat penyebaran virus corona

Sedangkan, minyak West Texas Intermediate (WTI) ke US$ 52,94 per barel atau turun 0,38%. Setelah tergelincir ke level terendah sejak awal Oktober di sesi sebelumnya di US$ 52,13.

Amerika Serikat (AS) memperingatkan agar tidak melakukan perjalanan ke China dan negara-negara lain mengeluarkan travel advisory ketika jumlah korban tewas virus corona naik menjadi 100 orang.

Baca Juga: Kasus corona kelima Singapura: Wanita WN China terbang dari Wuhan bersama keluarga

Investor minyak prihatin dengan travel advisory, pembatasan lain, dan penurunan pertumbuhan ekonomi di China dan di tempat lain akan mengurangi permintaan minyak mentah dan produk-produknya, di tengah melimpahnya pasokan.

"Permintaan bahan bakar pesawat telah terkena dampak negatif, terlihat dari aktivitas penerbangan China," kata RBC Capital Markets dalam sebuah catatan.

Sementara, stok minyak mentah AS kemungkinan naik pekan lalu, menurut jajak pendapat Reuters, menggarisbawahi kekhawatiran sisi pasokan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×