kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.716   73,19   1,30%
  • KOMPAS100 738   10,40   1,43%
  • LQ45 559   6,09   1,10%
  • ISSI 199   2,35   1,19%
  • IDX30 317   2,72   0,87%
  • IDXHIDIV20 390   0,52   0,13%
  • IDX80 84   1,04   1,26%
  • IDXV30 106   -0,24   -0,23%
  • IDXQ30 102   0,48   0,47%

Minim sentimen, rupiah diramal bergerak terbatas


Selasa, 17 Oktober 2017 / 17:36 WIB


Reporter: Dimas Andi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah diprediksi akan bergerak secara terbatas pada Rabu (18/10) besok. Minimnya sentimen menjadi alasan pergerakan ini.

Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan, sebenarnya pemerintah Amerika Serikat (AS) akan merilis sejumlah data ekonomi domestik. Namun, ia menilai data-data tersebut belum tentu berdampak signifikan terhadap laju rupiah.

Kondisi serupa terjadi di dalam negeri. Menurut Reny, belum ada sentimen domestik yang benar-benar berpengaruh terhadap mata uang Garuda pada esok hari. “Mungkin baru pada Kamis hari nanti pasar perlu mengantisipasi adanya Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI),” ujarnya.

Senada dengan Reny, Research & Analyst Valbury Asia Lukman Leong berpendapat, kondisi pasar pada Rabu besok masih sepi dari sentimen. Menurutnya, kekhawatiran terhadap situasi geopolitik di Semenanjung Korea yang kembali mencuat perlu diperhatikan oleh para pelaku pasar. “Tapi untuk sementara, konflik tersebut masih menjadi sentimen minimal,” imbuhnya.

Lukman memperkirakan kurs rupiah terhadap dollar AS akan bergerak secara terbatas pada Rabu besok di kisaran Rp 13.450—Rp 13.525. Sedangkan Reny meramal rupiah akan cenderung melemah secara terbatas dengan support Rp 13.475 dan resistance Rp 13.525 per dollar AS.

Adapun pada hari ini, rupiah melemah terhadap dollar AS di pasar spot sebesar 0,23% ke level Rp 13.507. Sementara di BI, kurs rupiah melemah sebesar 0,05% ke level Rp 13.490 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×