kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Meski bergerak menguat, USD/JPY dalam tren bearish


Selasa, 28 Juni 2016 / 21:37 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Mata uang dollar AS akhirnya kembali menemukan tenaga di hadapan yen. Meski bergerak menguat, pasangan USD/JPY tetap dalam tren bearish.

Mengutip Bloomberg, Selasa (28/6) pukul 19.35 WIB, pasangan USD/JPY menguat 0,38% ke level 102,39 dibanding sehari sebelumnya. USD/JPY menguat setelah tenggelam ke level terendah sejak Agustus 2014 pada awal pekan ini.

Gema Goeyardi, Analis dan Direktur PT Astronacci International Futures mengatakan, USD/JPY berada dalam fase sideways sementara tren utama tetap bearish. Data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) kuartal I-2016 naik ke angka 1,1% dari sebelumnya 0,8% serta di atas proyeksi 0,8%.

Sedangkan sebelumnya, USD mendapat sentimen negatif dari rilis data durable goods orders Amerika Serikat (AS) yang mengecewakan.

Pesanan barang tahan lama bulan Mei berada di angka minus 2,2% atau lebih rendah dari ekspektasi sebesar minus 0,5%. "Sementara data bulan sebelumnya pun direvisi turun ke 3,3%," papar Gema.

Lalu data Core Durable Goods yang mengecualikan barang-barang sektor transportasi pun menciut ke angka minus 0,3% meski diekspektasikan naik 0,2%.

Di sisi lain, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, menyatakan telah menginstruksikan agar Menteri Keuangan, Taro Aso, mengawasi pasar mata uang lebih cermat lagi. Taro juga diminta mengambil langkah apa pun yang dibutuhkan pasca keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa.

Bank Sentral Jepang (BOJ) tetap menjaga komunikasi dengan bank-bank sentral lainnya untuk memastikan bahwa likuiditas di pasar finansial global masih memadai. Selanjutnya, belum ada ada informasi lebih lanjut mengenai tambahan stimulus dari BOJ sehingga turut mendorong pergerakan yen.

Gema memprediksi, USD/JPY akan kembali melemah setelah fase sideways selesai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×