Reporter: Dimas Andi | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengumumkan hasil pengeboran awal yang positif di prospek Kolokoa, yang berlokasi berdekatan dengan area konsesi Tambang Emas Pani di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Hasil ini menegaskan keberadaan sistem mineralisasi emas yang signifikan dengan potensi untuk meningkatkan sumber daya secara material sekaligus memperpanjang umur tambang proyek.
Sebagai informasi, Kolokoa berada dalam distrik mineral yang sama dengan Tambang Emas Pani dan terletak sekitar 500 meter dari deposit utama. Hal ini menempatkan Kolokoa sebagai potensi sumber daya satelit bagi Pani yang dapat memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada. Kedekatan lokasi juga mendukung efisiensi pengangkutan material (haulage) ke lokasi pengolahan serta optimalisasi pengendalian kadar bijih (grade control) di kedua deposit.
Baca Juga: Genjot Diversifikasi, Dharma Polimetal (DRMA) Bidik Pendapatan Tumbuh 10% pada 2026
Dalam waktu hanya empat bulan, pengeboran awal telah mengkonfirmasi zona mineralisasi emas yang luas, termasuk perolehan dekat permukaan dengan kadar hingga 1,57 g/t emas. Berdasarkan 30 lubang bor yang telah dilakukan, Kolokoa mempunyai target eksplorasi sebesar 20 juta ton hingga 40 juta ton dengan kadar 0,3 hingga 0,5 g/t emas.
Target Eksplorasi ini merupakan salah satu dari beberapa prospek prioritas tinggi yang telah diidentifikasi dalam area konsesi EMAS seluas 14.670 hektare. Pengujian metalurgi awal melalui metode bottle-roll menunjukkan tingkat perolehan emas yang tinggi untuk material oksida (87%–94%) serta perolehan yang kuat untuk material transisi (81%–92%) yang mendukung kesesuaian dengan operasi Pani saat ini.
Pada tahap ini, jumlah dan kadar potensial masih bersifat konseptual dan akan dipertajam melalui ekplorasi lanjutan. Eksplorasi yang dilakukan saat ini masih belum memadai untuk mengestimasi sumber daya mineral dan belum dapat dipastikan apakah eksplorasi lanjutan akan menghasilkan estimasi sumber daya mineral.
Hingga saat ini, EMAS telah menyelesaikan 30 lubang bor sebagai bagian dari program pengeboran sejumlah 82 lubang bor yang direncanakan sepanjang tahun 2026.
Untuk ke depannya, EMAS akan melanjutkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya adalah melanjutkan pengeboran untuk menguji batasan area dan mendukung estimasi sumber daya mineral pada masa mendatang, melakukan pengujian lanjutan guna memastikan kinerja proses pengolahan, dan mengevaluasi potensi integrasi Kolokoa ke dalam rencana pengembangan Tambang Emas Pani secara keseluruhan.
Tambang Emas Pani sendiri telah memulai produksi pada Februari 2026 dan menargetkan produksi sebesar 100.000–115.000 ounces emas pada 2026. Pani merupakan salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia dengan rencana produksi puncak lebih dari 500.000 ounces per tahun seiring penyelesaian pengembangan penuh fasilitas heap leach dan Carbon-in-Leach.
Direktur Utama Merdeka Gold Resources Boyke Poerbaya Abidin menyatakan, prospek Kolokoa merupakan penemuan strategis di sekitar area tambang yang memperkuat prospek jangka panjang Tambang Emas Pani.
"Kedekatannya dengan Pani, didukung potensi skala awal yang menjanjikan telah menempatkan Kolokoa sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan sumber daya dan peningkatan produksi ke depan," ujar dia dalam keterangan resmi, Jumat (17/4).
Boyke menambahkan, EMAS akan terus menjalankan program eksplorasi yang disiplin dan terarah untuk meningkatkan keyakinan terhadap potensi sumber daya di proyek ini.
Asal tahu saja, penemuan ini melengkapi hasil yang sudah dilaporkan EMAS sebelumnya dengan cadangan bijih sebesar 5,2 juta ounces emas dari total sumber daya mineral sebesar 7 juta ounces emas. Hal ini menegaskan komitmen EMAS untuk terus memperluas basis sumber daya secara berkelanjutan.
Baca Juga: Efisiensi Operasional, Lippo Karawaci (LPKR) Lepas Anak Usaha Rp 34 Miliar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













