kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Mengulik prospek kinerja Bank Central Asia (BBCA) di tengah pandemi


Sabtu, 24 Juli 2021 / 10:10 WIB


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kinerja keuangan PT Bank Central Asia (BBCA) tetap tumbuh di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Meski, ada potensi ekonomi melemah akibat pembatasan kegiatan masyarakat di semester dua ini, analis memperkirakan dalam jangka panjang prospek kinerja BBCA tetap menarik.

Berdasarkan paparan kinerja, Kamis (22/7), BBCA berhasil catatkan laba bersih senilai Rp 14,45 triliun di semester I-2021. Angka tersebut tumbuh 18,1% secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sebesar Rp 12,24 triliun.

Sementara, pendapatan operasional naik 2,4% yoy dari Rp 37,57 triliun jadi Rp 38,48 triliun. Sedangkan pendapatan bunga bersih tumbuh 8,8% yoy dari Rp 27,24 triliun menjadi Rp 28,27 triliun. Pendapatan non bunga turun 1,2% yoy dari Rp 10,32 triliun menjadi Rp 10,21 triliun.

Chief of Equity Research Teknologi Finansial Emtrade Christopher Andre Benas menilai kinerja BBCA di semester I-2021 solid, meski pertumbuhan di pos pendapatan melambat. Pertumbuhan pendapatan BBCA melambat di paruh pertama tahun ini karena pinjaman belum tumbuh sesuai ekspektasi.

Baca Juga: Asing banyak menjual saham-saham saat IHSG turun kemarin

Tercatat, penyaluran kredit BBCA terkontraksi tipis 0,3% yoy dari Rp 595,13 triliun menjadi Rp 593,58 triliun sepanjang Juni 2021. Manajemen BBCA juga mengatakan penyaluran kredit kendaraan bermotor (KKB) tumbuh menyentuh Rp 2 triliun di semester I-2021.

Namun, dengan adanya PPKM darurat di Juli ini, BBCA memperkirakan penyaluran KKB akan turun jadi cuma Rp 1 triliun-Rp 1,2 triliun di Juli.

Baca Juga: Penyaluran kredit bank tersengat lonjakan kasus Covid-19

Tapi, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menilai, efek PPKM darurat ke kinerja cuma sementara. Bila kasus positif Covid-19 tidak bisa dikendalikan, PPKM level ketat bisa jadi berlanjut. "Ini menjadi tantangan bisnis bagi berbagai lini usaha, tidak terkecuali perbankan," kata dia.




TERBARU

[X]
×