kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Mengekor regional, IHSG rebound pagi ini


Senin, 11 Juni 2012 / 09:30 WIB
Mengekor regional, IHSG rebound pagi ini
ILUSTRASI. Inilah negara yang berpotensi kewalahan hadapi lonjakan Covid-19


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Mengekor kenaikan bursa regional, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut memperlihatkan peforma posistif pada Senin (11/6). Pukul 09.30 IHSG tercatat naik 1,22% ke posisi 3.872,82.

Laju 107 saham berhasil mendongkrak otot indeks. Hanya 9 saham yang masih terkoreksi, sedangkan 32 saham lainnya masih diam di tempat.

Sepuluh sektor bergerak beriringan di zona hijau, di pimpin sektor konstruksi yang naik 1,9%. Disusul sektor keuangan yang naik 1,86%.

Beberapa saham bluechips berhasil menduduki posisi top gainers, seperti saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang naik 4,03% ke Rp 1.290. Disusul, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang melesat 3,44% ke Rp 34.550, dan saham PT United Tractors Tbk (UNTR) yang maju 3,4% ke level Rp 24.300.

Sementara, saham yang tergelincir ke posisi top losers, antara lain saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang turun 1,71% ke Rp 5.750. Lalu, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang terpapas 1,06% ke Rp 4.650

Analis e-trading securities Bertrand Reynaldi menuturkan, secara teknikal IHSG kembali memasuki area sideways di sekitar support weekly-nya.

Pada masa konsolidasi ini, kemungkinan IHSG akan bergerak terbatas di area 3.750-3.875. Tekanan jual terbatas pada semua sektor, kecuali manufaktur dan barang konsumsi.

Untuk perdagangan hari ini (11/6), Bertrand melihat kondisi IHSG akan cenderung sideways. Investor disarankan untuk melakukan trading jangka pendek dengan acuan Bow on Weakness. "saham-saham yang dapat diperhatikan dan mulai diakumulasi antara lain UNVR, GGRM dan PTBA," sarannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×