kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Meneropong komposisi baru penghuni LQ45


Selasa, 05 Agustus 2014 / 18:57 WIB
Meneropong komposisi baru penghuni LQ45
ILUSTRASI. Periksa Harga Saham BELI dan GOTO yang Beda Nasib di Perdagangan Bursa Kamis (23/2). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Mulai bulan Agustus tahun ini, komposisi Indeks saham terlikuid dan teraktif dalam LQ-45 kembali berubah. Setidaknya, ada lima saham yang masuk dan lima saham yang terdepak dari kompilasi indeks LQ-45. 

Dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham yang baru masuk ke daftar LQ-45 diantaranya, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).

Komposisi baru LQ-45 ini akan berlaku mulai bulan Agustus 2014 hingga Januari 2015 mendatang.

Sementara lima saham yang tercongkel dari jajaran LQ-45 diantaranya PT Sentul CIty Tbk (BKSL), PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), PT Multipolar Tbk (MLPL), PT Surya Semesta Internusa tbk (SSIA), dan PT Visi Media Asia tbk (VIVA).

Jika dicermati, beberapa saham yang masuk ke jajaran LQ-45 juga pernah menjadi penghuni di tahun lalu, kemudian mesti terdepak pada awal tahun ini. Misalnya saja, ANTM dan INCO. Thendra Chrisnanda, Analis BNI Securities mengatakan, masuknya ANTM dan INCO menunjukkan mulai pulihnya likuiditas dan transaksi sektor komoditas. 

Sementara itu, masuknya BBTN lebih dinilai karena adanya peningkatan signifikan dari sisi volume transaksi belakangan ini. Terlebih saat ada kabar rencana akuisisi BBTN oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). "Hal ini membuat harga saham BBTN juga terus melambung," jelas Thendra, Selasa (5/8).

Begitupula transaksi perdagangan LPPF dan SCMA yang terlihat likuid dalam beberapa pekan belakangan. LPPF yang menyandang nama besar Grup Lippo juga mencatatkan kinerja positif. Begitupula SCMA yang makin bersinar di antara saham media lainnya.

Namun, Ibnu Anjar Widodo, Analis Henan Putihrai tak sependapat kalau masuknya ANTM dan INCO diindikasikan sebagai pulihnya sektor komoditas. Menurut Ibnu, rekomposisi LQ 45 sekarang menandakan investor mulai kembali mengarahkan investasinya ke arah kapitalisasi pasar yang lebih dalam. 

Artinya, investor tak lagi menyasar saham-saham yang hanya termasuk growth stock dan value stock. ANTM dan INCO sendiri memiliki kapitalisasi pasar yang besar dan cukup defensif sehingga menjadi incaran investor.

"Sebenarnya saham komoditas kemungkinan masih belum pulih. Namun, kini investor memilih saham bluechip yang defensif di sektornya," kata dia. 

Thendra mengatakan, saat ini motor penggerak yang terdapat di indeks LQ-45 adalah saham-saham perbankan dan juga infrastruktur. Sementara beberapa saham properti seperti SSIA dan BKSL yang sempat menjadi penghuni LQ-45 mesti tereliminasi. "Sektor properti sudah tidak memimpin lagi, karena banyak faktor eksternal yang menghambat," ujarnya.

Di sisi lain, depresiasi rupiah juga menghimpit kinerja beberapa emiten seperti MAIN dan MLPL. Dus, perdagangan kedua saham itu tak seaktif sebelumnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×