kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Menakar Prospek dan Rekomendasi Emiten Holding Investasi di Tengah Volatilitas Pasar


Jumat, 23 Oktober 2026 / 19:01 WIB
Menakar Prospek dan Rekomendasi Emiten Holding Investasi di Tengah Volatilitas Pasar
ILUSTRASI. Kinerja emiten holding investasi diproyeksikan tertekan di tengah volatilitas pasar modal saat ini setelah pengumuman MSCI. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

Prospek kinerja emiten holding di tahun 2027 dinilai berpeluang membaik apabila stabilitas rupiah dan kondisi pendanaan lebih kondusif. Namun, pelemahan daya beli serta volatilitas komoditas tetap menjadi risiko terhadap kinerja mereka. 

Harry berpandangan, SRTG berpotensi ditopang kinerja TBIG dan perkembangan proyek MDKA. Sementara PALM memiliki peluang dari kinerja MDKA dan MBMA dengan risiko kebutuhan pendanaan serta harga nikel.

ASII ditopang segmen otomotif dan jasa keuangan, sedangkan EMTK memiliki peluang dari media, kesehatan, dan Superbank. 

“Di antara keempatnya, ASII unggul dari sisi ketahanan bisnis dan diversifikasi sumber laba, sementara SRTG menarik untuk eksposur pemulihan nilai portofolio,” ungkapnya.

Baca Juga: Cek Prospek & Rekomendasi Saham Emiten LQ45 Usai Rilis Kinerja Semester I-2026

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Adrian Djie menambahkan, pendapatan ASII sepanjang tahun 2026 berpotensi menurun menjadi sekitar Rp 304 triliun. 

Di tengah kondisi tersebut, segmen otomotif dan alat berat masih menjadi faktor kunci dalam menjaga kinerja ASII.

“Ini mengingat kontribusi kedua segmen tersebut yang relatif besar terhadap total pendapatan ASII,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (23/10). Adrian pun merekomendasikan beli untuk ASII dengan target harga Rp 6.400 per saham.

Sementara, Harry merekomendasikan beli untuk ASII dan SRTG dengan target harga masing-masing Rp 6.600 per saham dan Rp 1.800 per saham. 

Baca Juga: Cermati Rekomendasi Saham dan Prospek Kinerja Emiten Batubara di Paruh Kedua 2026

“EMTK dan PALM masih perlu dicermati secara selektif dengan mempertimbangkan perkembangan bisnis, kebutuhan pendanaan, dan valuasi portofolio,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×