Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli
Prospek kinerja emiten holding di tahun 2027 dinilai berpeluang membaik apabila stabilitas rupiah dan kondisi pendanaan lebih kondusif. Namun, pelemahan daya beli serta volatilitas komoditas tetap menjadi risiko terhadap kinerja mereka.
Harry berpandangan, SRTG berpotensi ditopang kinerja TBIG dan perkembangan proyek MDKA. Sementara PALM memiliki peluang dari kinerja MDKA dan MBMA dengan risiko kebutuhan pendanaan serta harga nikel.
ASII ditopang segmen otomotif dan jasa keuangan, sedangkan EMTK memiliki peluang dari media, kesehatan, dan Superbank.
“Di antara keempatnya, ASII unggul dari sisi ketahanan bisnis dan diversifikasi sumber laba, sementara SRTG menarik untuk eksposur pemulihan nilai portofolio,” ungkapnya.
Baca Juga: Cek Prospek & Rekomendasi Saham Emiten LQ45 Usai Rilis Kinerja Semester I-2026
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Adrian Djie menambahkan, pendapatan ASII sepanjang tahun 2026 berpotensi menurun menjadi sekitar Rp 304 triliun.
Di tengah kondisi tersebut, segmen otomotif dan alat berat masih menjadi faktor kunci dalam menjaga kinerja ASII.
“Ini mengingat kontribusi kedua segmen tersebut yang relatif besar terhadap total pendapatan ASII,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (23/10). Adrian pun merekomendasikan beli untuk ASII dengan target harga Rp 6.400 per saham.
Sementara, Harry merekomendasikan beli untuk ASII dan SRTG dengan target harga masing-masing Rp 6.600 per saham dan Rp 1.800 per saham.
Baca Juga: Cermati Rekomendasi Saham dan Prospek Kinerja Emiten Batubara di Paruh Kedua 2026
“EMTK dan PALM masih perlu dicermati secara selektif dengan mempertimbangkan perkembangan bisnis, kebutuhan pendanaan, dan valuasi portofolio,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














