kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Medco Energi (MEDC) Incar Kenaikan Kinerja pada 2026, Begini Prospek Sahamnya


Jumat, 30 Januari 2026 / 18:16 WIB
Medco Energi (MEDC) Incar Kenaikan Kinerja pada 2026, Begini Prospek Sahamnya
ILUSTRASI. PT Medco Energi Internasional Tbk, MEDC (KONTAN/PT Medco Energi Internasional Tb)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memasang target kinerja operasional yang cukup ambisius pada 2026, baik dari segmen minyak dan gas (migas) maupun kelistrikan.

Seperti yang diketahui, MEDC menargetkan produksi migas antara 165.000-170.000 barel setara minyak (mboepd) pada 2026 yang merupakan tingkat produksi tertinggi sepanjang sejarah perusahaan tersebut.

Di sektor ketenagalistrikan, MEDC menargetkan penjualan listrik sebesar 4.550 gigawatt hour (GWh) dengan kontribusi energi terbarukan sebesar 24% pada 2026.

Baca Juga: Begini Target Produksi Migas dan Listrik Medco Energi (MEDC) di 2026!

Sebelumnya, pada 2025 lalu MEDC membukukan produksi migas sebanyak 156.000 mboepd. Realisasi ini berada dalam kisaran panduan yang didukung proyek-proyek baru di Blok B Natuna serta peningkatan kepemilikan operasi di PSC Corridor menjadi 70%. 

Sementara itu, MEDC melalui Medco Power mencatatkan penjualan listrik sebanyak 4.371 GWh pada 2025. Emiten ini juga mencatat pertumbuhan penjualan energi terbarukan sebesar 25% yang berasal dari IPP baru di Ijen dan Bali Timur.

"Memasuki 2026, kami tetap fokus untuk terus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan melalui pertumbuhan, keunggulan operasional, serta disiplin dalam pengelolaan modal," ungkap CEO Medco Energi Internasional Roberto Lorato dalam keterangan resmi, Rabu (28/1/2026).

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan mengatakan, target produksi migas dan penjualan listrik yang diusung MEDC tergolong cukup wajar, mengingat target tersebut didukung oleh kontribusi produk baru, optimalisasi aset yang telah ada, serta dampak akuisisi Blok Corridor.

"Kenaikan produksi diproyeksikan berasal dari peningkatan output gas dan tambahan kapasitas dari proyek migas serta energi terbarukan, sehingga target ini dinilai ambisius namun realistis," ujar dia, Jumat (30/1/2026).

Dalam rangka meningkatkan produksi dan penjualan, MEDC tentu masih memiliki ruang untuk ekspansi proyek pengembangan blok migas dan pembangkit listrik hingga akuisisi aset strategis terutama di sektor gas dan energi terbarukan.

Di atas kertas, kondisi ini berpotensi mendorong peningkatan kebutuhan capital expenditure (capex) yang tidak main-main. Bukan mustahil pula MEDC akan membutuhkan pendanaan eksternal atau aksi korporasi penggalangan dana di pasar modal.

David juga menyebut, risiko utama terhadap kinerja MEDC pada 2026 tetap berasal dari volatilitas harga minyak mentah dan gas alam dunia. "Namun, porsi aset gas yang besar berpotensi memberikan pendapatan lebih stabil dibanding minyak, sekaligus diuntungkan oleh permintaan gas sebagai energi transisi," terang dia.

Secara umum, saham MEDC dinilai menarik bagi investor secara selektif yang ditopang oleh prospek pertumbuhan produksi migas, ekspansi energi terbarukan, dan diversifikasi bisnis energi.

David pun menargetkan harga saham MEDC dapat menyentuh level Rp 2.000 per saham.

Selanjutnya: Geely Distribusikan 1.000 Unit Geely EX2 ke Diler Resmi

Menarik Dibaca: Bitcoin cs Tiarap karena Sikap The Fed, Investor Disarankan Lakukan Ini!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×