kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.960   33,00   0,18%
  • IDX 5.864   -79,24   -1,33%
  • KOMPAS100 761   -9,05   -1,18%
  • LQ45 590   -4,50   -0,76%
  • ISSI 201   -3,89   -1,90%
  • IDX30 329   -2,36   -0,71%
  • IDXHIDIV20 423   -1,46   -0,34%
  • IDX80 87   -0,86   -0,97%
  • IDXV30 116   -0,59   -0,51%
  • IDXQ30 108   -0,38   -0,35%

MBMA Gelontorkan Rp 58,18 Miliar untuk Eksplorasi Tambang Sulawesi Cahaya Mineral


Kamis, 15 Oktober 2026 / 15:13 WIB
MBMA Gelontorkan Rp 58,18 Miliar untuk Eksplorasi Tambang Sulawesi Cahaya Mineral
ILUSTRASI. Merdeka Battery Materials, MBMA (DOK/MBMA)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) memperkirakan telah menggelontorkan Rp 58,18 miliar sebagai biaya eksplorasi Tambang Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Konawe, Sulawesi Tenggara di sepanjang kuartal III-2026.

Melansir keterbukaan informasi, biaya tersebut setara sekitar US$ 3,26 juta dan digunakan untuk kegiatan pengeboran guna mendefinisikan sumber daya mineral sepanjang umur tambang, beserta pekerjaan pengujian terkait.

Dalam laporannya, MBMA telah menyelesaikan 1.607 lubang pengeboran inti dengan total kedalaman mencapai 41.289 meter. Kegiatan ini didominasi pengeboran infill untuk meningkatkan keyakinan sumber daya mineral.

Baca Juga: Fore Kopi (FORE) Beli Bahan Baku dari Anak Usaha, Nilai Transaksinya Rp 5 Miliar

Sekretaris Perusahaan Merdeka Battery Materials Teddy Nuryanto Oetomo mengatakan eksplorasi regional masih berada pada tahap awal. Hasil sementara menunjukkan indikasi positif, tetapi kontribusinya terhadap cadangan mineral belum dapat dipastikan.

“Meskipun hasil yang diperoleh sejauh ini menunjukkan indikasi positif, diperlukan evaluasi lebih lanjut untuk menilai potensi kontribusinya terhadap cadangan mineral dan keberlanjutan operasional Tambang Sulawesi Cahaya Mineral,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, Kamis (15/10). 

Di sisi lain, manajemen MBMA menyatakan belum menghadapi kendala teknis maupun non-teknis yang dapat memengaruhi kegiatan eksplorasi dan keberlanjutan pasokan bahan baku Tambang Sulawesi Cahaya Mineral.

“Namun demikian, potensi risiko di masa mendatang dapat timbul akibat perubahan kebijakan atau regulasi yang berlaku, termasuk namun tidak terbatas pada aspek perizinan, lingkungan, dan aspek lain yang relevan,” jelas Teddy. 

Lebih lanjut, Teddy menyatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan kebijakan dan regulasi yang relevan serta memastikan kepatuhan terhadap ketentuan berlaku. Ini dilakukan untuk memitigasi potensi risiko yang dapat memengaruhi kegiatan eksplorasi.

Baca Juga: Harga Logam Mulia Kompak Menguat, Tapi Belum Cukup Kuat untuk Membalikkan Tren

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×