kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Mayoritas indeks acuan emerging market melorot


Jumat, 16 Maret 2012 / 08:53 WIB
ILUSTRASI. Karyawan menunjukkan produk makanan olahan Belfoods usai paparan publik PT Sierad Produce Tbk (SIPD) di Jakarta, Selasa (4/8). KONTAN/Baihaki


Reporter: Barratut Taqiyyah |

NEW YORK. Pasar saham emerging market ditutup melorot tadi malam. Pada penutupan pasar di New York, indeks MSCI Emerging Markets turun 0,1% menjadi 1.065,45. Dalam setiap tiga saham yang turun, ada dua saham yang mencatatkan kenaikan.

Sementara itu, sejumlah indeks acuan emerging market dilanda aksi jual. Ambil contoh, indeks Bovespa Brazil dan Shanghai Composite Index China. Selain itu, BSE India Sensitive Index turun 1,4%. Sedangkan ISE National 100 Index Turki berhasil naik 0,7%.

Asal tahu saja, aksi jual yang melanda bursa China terjadi setelah tingkat investasi langsung di Negeri Panda ini turun 0,9% selama Februari lalu. Penyebabnya, sejumlah perusahaan memangkas anggaran belanjanya seiring perlambatan ekonomi dunia serta krisis utang Eropa yang berkelanjutan.

"Ada kekecewaan dalam beberapa hari terakhir terkait dengan perlambatan ekonomi China. India merupakan salah satu pasar saham BRIC yang memiliki performa lebih baik karena belum mengalami perlambatan pertumbuhan," jelas John Lomax, emerging markets strategist HSBC Holdings Plc.

Catatan saja, pasar saham emerging markets sudah menanjak 16% di sepanjang tahun ini. Sementara, indeks acuan negara maju mencatatkan reli 11%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×