kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.998   85,00   0,47%
  • IDX 5.646   3,07   0,05%
  • KOMPAS100 728   0,09   0,01%
  • LQ45 554   1,20   0,22%
  • ISSI 196   -0,61   -0,31%
  • IDX30 315   0,28   0,09%
  • IDXHIDIV20 389   0,00   0,00%
  • IDX80 83   -0,08   -0,10%
  • IDXV30 106   -0,55   -0,51%
  • IDXQ30 102   0,18   0,18%

Mayoritas bursa Asia turun menjelang akhir pekan


Jumat, 20 Agustus 2021 / 08:45 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia mayoritas turun di awal perdagangan pagi ini.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia mayoritas turun di awal perdagangan pagi ini. Jumat (20/8) pukul 8.37 WIB, indeks Nikkei 225 turun 0,39% ke 27.175.

Hang Seng melemah 0,71% ke 25.135. Kopsi turun 0,67% ke 3.077. Taiex turun 0,43% ke 16.308. 

Sedangkan Straits Times justru menguat 0,57% ke 3.104. FTSE Bursa Malaysia pun menanjak 0,26% ke 1.518. Indeks saham Australia ASX 200 pun menguat 0,16%.

Bursa Australia menguat ditopang oleh laporan keuangan sejumlah emiten yang membaik. Sementara sejumlah saham energi dan pertambangan masih tertekan.

Baca Juga: Harga minyak naik tipis setelah turun enam hari beruntun

Sedangkan data ekonomi Jepang menunjukkan inflasi inti turun 0,2% pada bulan Juli ketimbang tahun sebelumnya. Ini adalah penurunan dalam 12 bulan berturut-turut. Penurunan harga ini menandai permintaan yang tertekan akibat pandemi Covid-19.

Analis memperkirakan inflasi akan stagnan untuk beberapa bulan ke depan. Selasa lalu, Jepang memperpanjang status darurat hingga pertengahan September. Hal ini bisa makin menekan belanja rumah tangga.

Takeshi Minami, chief economist Norinchukin Research Institute mengatakan bahwa penurunan inflasi inti terutama karena penurunan pengeluaran seluler. "Tapi tanpa dampak biaya telepon, inflasi konsumen Jepang tetap lebih rendah daripada AS dan Eropa," kata dia seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Wall Street mixed, perhatian pasar terarah ke Jackson Hole

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×