kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.543   43,00   0,25%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mayora Indah (MYOR) optimis kembangkan bisnis ditengah ketidakpastian global


Sabtu, 09 Maret 2019 / 16:00 WIB


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ditengah ketidakpastian global dan pelambatan ekonomi global, PT Mayora Indah (MYOR) masih optimis mengembangkan bisnisnya. Bahkan, eksportir barang konsumsi terbesar ini berharap permintaan kopi instan dan biskuit mampu mendorong pertumbuhan pendapatan dua digit selama lima tahun ke depan.

Ricky Afrianto, direktur pemasaran global MYOR menyebut, tahun ini perusahaan akan mendorong ekspor kopi instan ke Rusia dan negara-negara Eropa Timur. Ia juga berencana untuk memasarkan lebih banyak produknya di Asia Tenggara, yang merupakan 60% dari Rp 10 triliun rupiah (US$ 708 juta) ekspor tahunannya.

"Sampai saat ini produk diekspor sudah lebih dari 100 negara dan masih banyak potensi lagi. Jadi ditengah ketidakpastian global tidak menutup kemungkinan untuk tetap eksplore," ujar Afrianto kepada Kontan.co.id, Jumat (8/3).

Afrianto meyakini bahwa dengan berbagai sentimen negatif yang terjadi di beberapa negara, tak meruntuhkan perusahaan mengembangkan bisnis. Dia bilang potensi di Eropa maupun Asia sama besarnya.

"Mayora tidak menjual komoditas. Melainkan yang kami tawarkan yaitu produk bernilai tambah. Dalam hal penetapan harga, MYOR tidak terlalu bergantung pada kondisi global," tambahnya. Afrianto pun menuturkan, kini perusahaan ingin fokus menjadikan produk kopi Torabika sebagai merek kopi instan secara global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×