kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   0,00   0,00%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Mata uang Asia ramai-ramai keok atas dollar akibat sengketa G-20


Jumat, 12 November 2010 / 13:37 WIB
ILUSTRASI. Peluncuran Orbit 2018


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SEOUL. Pada minggu ini, mayoritas mata uang Asia melemah. Won Korea Selatan dan ringgit Malaysia merupakan dua mata uang yang mengalami pelemahan paling besar. Di pasar mata uang beredar spekulasi, pemerintah regional akan meningkatkan pengawasan jika ternyata pertemuan G-20 gagal menyelesaikan sengketa mata uang.

Pada pertemuan G-20, China membantah kritik mengenai pelemahan yuan yang ditujukan untuk mendukung ekspor yang menyebabkan kerugian besar bagi bisnis AS. China malah menuding penyebab pelemahan yuan terkait kebijakan stimulus moneter the Federal Reserve atau yang lazim dikenal sebagai quantitative easing. Sementara, Barack Obama memperpanjang perdebatan mengenai hal itu dengan mengkaitkann stimulus sebagai upaya global dalam mengendalikan nilai tukar saat ini. Pertemuan dua hari G-20 dijadwalkan berakhir hari ini.

"Banyak sekali ketidakpastian pada pertemuan G-20. Saling menyalahkan antar negara tidak akan menghasilkan apapun yang kongkrit. Hasilnya bisa ditebak, tidak akan ada kesepakatan," jelas Nizam Idris, currency strategist UBS AG di Singapura kepada Bloomberg.

Pada pukul 12.19 waktu Seoul, won melemah 1,1% menjadi 1.119,85 per dollar. Sementara, ringgit melemah 0,8% menjadi 3,1110, dollar Singapura melemah 0,6% menjadi S$ 1,2950, dan baht Thailand melemah 0,4% menjadi 29,80.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×