kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.908   38,00   0,21%
  • IDX 5.693   -127,81   -2,20%
  • KOMPAS100 737   -15,50   -2,06%
  • LQ45 562   -11,43   -2,00%
  • ISSI 197   -3,82   -1,90%
  • IDX30 319   -6,05   -1,86%
  • IDXHIDIV20 394   -6,97   -1,74%
  • IDX80 84   -1,75   -2,05%
  • IDXV30 107   -1,24   -1,15%
  • IDXQ30 103   -1,99   -1,89%

Masuki semester II-2020, ini deretan saham yang layak untuk dicermati


Minggu, 28 Juni 2020 / 21:07 WIB
ILUSTRASI. Petugas keamanan berjalan di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (26/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 7,36 poin atau 0,15 persen di level 4.904,09 pa


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyebaran virus Corona (Covid-19) masih membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di semester kedua 2020.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee memproyeksikan, IHSG bisa menyentuh level 5.100 hingga akhir tahun ini dengan harapan pandemi Covid-19 membaik dan perekonomian segera membaik.

Untuk saham-saham pilihan di semester kedua 2020, Hans menaruh pilihan pada emiten perbankan big caps seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

“Kemudian saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). PGAS sudah murah sedangkan TLKM industrinya oke,” ujar Hans kepada Kontan.co.id, Minggu (28/6).

Baca Juga: IHSG diprediksi menguat, berikut rekomendasi saham untuk perdagangan Senin (29/6)

Hans juga menyarankan investor untuk mencermati saham properti dan konstruksi. Selain valuasi sahamnya cukup baik, investor juga bisa berkaca pada Kota Wuhan, di mana pasca Covid-19 mereda, permintaan atas rumah mulai meningkat.

Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso mengatakan, bagi investor yang ingin risikonya lebih terukur memang dianjurkan berinvestasi ke saham blue chips. Sementara bagi investor yang memilih ke instrumen lain yang risikonya lebih rendah juga diperbolehkan.

Adapun saham yang bisa menjadi pilihan masih dari sektor keuangan hingga barang konsumsi. Investor juga bisa mencermati sektor properti dan konstruksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×