kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.682   -101,00   -0,57%
  • IDX 6.673   76,92   1,17%
  • KOMPAS100 873   13,88   1,62%
  • LQ45 663   11,45   1,76%
  • ISSI 231   2,04   0,89%
  • IDX30 372   6,34   1,74%
  • IDXHIDIV20 460   8,83   1,96%
  • IDX80 100   1,67   1,70%
  • IDXV30 127   2,63   2,12%
  • IDXQ30 119   2,37   2,03%

Masuk ke layanan full mobile, BTEL hitung ulang komposisi capex


Selasa, 26 April 2011 / 13:37 WIB
ILUSTRASI. Beli tiket Garuda Wisnu Kencana dari sekarang jauh lebih murah. Dok: Garuda Wisnu Kencana.


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Direktur Corporate Services PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) Rakhmat Junaidi mengklarifikasi kabar yang menyebut BTEL akan masuk ke ranah layanan GSM lantaran sudah mengantongi ijin prinsip dari Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

"Ijin prinsip kami itu bukan lisensi masuk GSM. Itu ijin lisensi jaringan seluler supaya kami bisa full mobility dengan layanan CDMA yang kami miliki," ujar Rakhmat kepada KONTAN, Selasa (26/4).

Ia menjelaskan, dengan teknologi full mobility, maka pelanggan Esia (nama dagang produk CDMA BTEL) tak perlu mengganti nomor jika berpindah kota.

Rakhmat menuturkan, saat ini BTEL masih menunggu penomoran dan ijin uji layak operasi. Jika proses tersebut secepatnya rampung, maka BTEL bisa mulai meluncurkan fasilitas full mobile-nya pada semester kedua tahun ini.

Namun, Rakhmat belum dapat menyebutkan berapa alokasi investasi yang bakal dianggarkan BTEL untuk pengembangan teknologi full mobile tersebut. Sekedar informasi, Kemenkominfo mewajibkan BTEL memiliki sekurangnya 19 BTS dalam tahun pertama pengoperasian full mobile service.

"Sekarang kami masih hitung ulang komposisi kebutuhan dananya tapi tidak sampai mengubah capex tahun ini yang sebesar US$ 200 juta," jelas Rakhmat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×