kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.869   80,00   0,45%
  • IDX 6.172   -48,40   -0,78%
  • KOMPAS100 818   -6,94   -0,84%
  • LQ45 617   -8,31   -1,33%
  • ISSI 211   -1,14   -0,54%
  • IDX30 349   -5,96   -1,68%
  • IDXHIDIV20 427   -9,63   -2,21%
  • IDX80 93   -0,82   -0,87%
  • IDXV30 114   -1,07   -0,93%
  • IDXQ30 111   -2,80   -2,45%

Masuk Era Suku Bunga Tinggi, Intip Prospek Saham Bank Woori Saudara (SDRA)


Kamis, 18 Juni 2026 / 19:08 WIB
Masuk Era Suku Bunga Tinggi, Intip Prospek Saham Bank Woori Saudara (SDRA)
ILUSTRASI. PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) dinilai memiliki fundamental yang kuat untuk menghadapi periode suku bunga tinggi. (BWS/KILAS)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) atau Bank Woori Saudara (BWS) dinilai memiliki fundamental yang kuat untuk menghadapi periode suku bunga tinggi, ditopang oleh permodalan, pencadangan, dan likuiditas yang terjaga.

Per Maret 2026, BWS mencatatkan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 33,4%. Angka tersebut berada jauh di atas ketentuan minimum regulator dan memberikan ruang bagi perseroan untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

Selain itu, rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) BWS tercatat sebesar 2,08% dari aset produktif. Sementara itu, Liquidity Coverage Ratio (LCR) mencapai 205,35%.

Baca Juga: Dolar AS Perkasa, Rupiah Diprediksi Masih Bergerak Volatil Jumat (19/6)

Equity Analyst Panin Sekuritas Sarkia Adelia mengatakan permodalan yang kuat menjadi bantalan penting bagi bank dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan potensi peningkatan risiko kredit.

"Dalam lingkungan suku bunga yang lebih tinggi, bank dengan permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai umumnya memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menjaga kualitas aset dan stabilitas kinerja," jelasnya, Kamis (18/6). 

Menurut Sarkia, rasio permodalan dan likuiditas yang dimiliki BWS menunjukkan posisi yang relatif solid dibandingkan tantangan yang dihadapi industri perbankan saat ini.

Selain permodalan, BWS juga terus memperkuat pencadangan risiko sebagai langkah mitigasi terhadap potensi penurunan kualitas aset di tengah dinamika ekonomi.

Sarkia mengatakan kecukupan pencadangan menjadi salah satu indikator yang diperhatikan investor ketika siklus suku bunga memasuki fase yang lebih tinggi.

"Dengan pencadangan yang memadai, bank memiliki kapasitas yang lebih baik untuk mengantisipasi potensi penurunan kualitas kredit tanpa mengganggu stabilitas keuangan perusahaan," jelasnya.

Dari sisi likuiditas, BWS mencatatkan LCR sebesar 205,35%. Capaian tersebut mencerminkan kemampuan perseroan dalam memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek sekaligus menjaga kelancaran operasional.

Baca Juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Prospek Logam Mulia Masih Menarik Investor

Menurut Sarkia, investor saat ini cenderung semakin selektif dalam menilai saham perbankan. Faktor seperti kecukupan modal, pencadangan, dan likuiditas menjadi indikator utama yang diperhatikan pasar.

“Kombinasi permodalan yang kuat, pencadangan yang prudent, dan likuiditas yang memadai menjadi pondasi penting bagi BWS untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah periode suku bunga yang masih tinggi,” kata dia.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×