kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

MAP Boga targetkan pendapatan 2018 tumbuh 25%


Rabu, 09 Mei 2018 / 17:59 WIB
ILUSTRASI. STARBUCKS Coffee


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) menargetkan kinerja perusahaan akan membaik pada tahun ini. Tahun lalu, kinerja perusahaan sedikit tertekan dan pertumbuhan masih di bawah harapan.

Presiden Direktur MAPB Anthony Cottan menyampaikan, tahun ini, kinerja perusahaan bakal lebih baik. Hal ini terlihat dari pencapaian pendapatan kuartal I-2018 yang tumbuh 22% year on year (yoy) menjadi Rp 535,45 miliar.

"Ekonomi tahun lalu penuh tantangan, jadi kami harus adaptasi, di kuartal III tahun lalu cukup berat. Kami berharap ada perbaikan tahun ini, penjualan bisa tumbuh 20%-25%, dan sekarang sudah di atas 20%," ujar Anthony di Jakarta, Rabu (9/5).

Saat ini, perusahaan memiliki total 394 gerai dengan total luas gerai mencapai 73.174 meter persegi. Menurut Anthony, kontribusi Starbucks terhadap bisnis perusahaan masih cukup baik, sebab lebih dari 70% penjualan disumbang dari segmen minuman.

Menurutnya, saat ini bisnis MAPB masih mengandalkan Starbucks. Oleh karena itu, perusahaan sejak kuartal IV tahun lalu mulai melakukan inovasi untuk mengenalkan produk dan agar lebih kompetitif. Yang jelas, Anthony yakin kinerja tahun ini akan lebih baik.

"Indonesia sangat luas, dan kami menyasar middle class. Banyak yang bilang Starbucks terlalu mahal, tetapi kami sekarang punya opsi (murah) seperti kopi susu. Kami ingin buat gerai Starbucks lebih inklusif," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×