kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Manajemen Bayan Pun Tak Bisa Jelaskan Harga Murah Penjualan Saham Ke Haji Isam


Jumat, 23 Oktober 2026 / 05:30 WIB
Manajemen Bayan Pun Tak Bisa Jelaskan Harga Murah Penjualan Saham Ke Haji Isam
ILUSTRASI. Bayan Resources BYAN (Dok/Bayan Resources )


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Penjualan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan harga di bawah pasar kepada perusahaan milik Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam menjadi perhatian Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun manajemen BYAN juga tidak bisa menjelaskan alasan di balik harga jual saham perusahaan tambang batubara yang murah tersebut. 

Manajemen BYAN belum dapat menjelaskan dasar penetapan harga pengalihan saham sebesar Rp 2.588 per saham dalam transaksi yang melibatkan pemegang saham perseroan pada Oktober 2026.

Harga tersebut jauh di bawah harga saham BYAN di pasar reguler. Pada 1 Oktober 2026, harga saham BYAN Rp 11.650 dan sempat naik ke Rp 13.450 pada 6 Oktober. 

Namun, Haji Isam membeli sekitar 20% saham BYAN dengan harga murah, hanya Rp 2.588.  Sebagai perbandingan, Low Tuck Kwong usai penjualan saham tersebut ke Haji Isam juga membeli kembali saham BYAN melalui pasar reguler dengan harga Rp 11.200 per saham.

Direktur Bayan Resources Jenny Quantero mengatakan, perseroan belum dapat memberikan penjelasan mengenai dasar penentuan harga transaksi tersebut karena BYAN bukan pihak yang terlibat langsung dalam transaksi.

“Karena BYAN tidak menjadi pihak dalam transaksi tersebut, kami tidak bisa memberikan konfirmasi,” tulis Jenny dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada Kamis (22/10/2026).

Sebelumnya, BEI meminta penjelasan kepada Bayan Resources mengenai perbedaan harga pengalihan saham tersebut.

BEI juga meminta konfirmasi mengenai kemungkinan perubahan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS), keterkaitan transaksi dengan pelaksanaan perjanjian, serta alasan penggunaan harga Rp 2.588 per saham.

Baca Juga: Wall Street Melemah, Kekhawatiran AI Kembali Muncul di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Kepemilikan saham BYAN

Dalam keterbukaan informasi yang sama, Bayan Resources memaparkan komposisi kepemilikan saham berdasarkan laporan per 19 Oktober 2026.

Low Tuck Kwong tercatat memiliki 8,30% saham BYAN. Sementara itu, Elaine Low menguasai 22% saham dan PT Jhonlin Baratama memiliki 30,25% saham perseroan.

Manajemen BYAN juga menyatakan belum menerima informasi atau pemberitahuan lebih lanjut yang mengindikasikan adanya perubahan pengendalian atas perseroan.

Selain itu, Bayan Resources menyampaikan belum terdapat informasi atau fakta material lain yang belum diungkapkan kepada publik.



 

Dua Bulan Tersisa, Mampukah Pemerintah Kejar Target Rumah Subsidi?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×