Reporter: Yuliana Hema | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Penjualan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan harga di bawah pasar kepada perusahaan milik Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam menjadi perhatian Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun manajemen BYAN juga tidak bisa menjelaskan alasan di balik harga jual saham perusahaan tambang batubara yang murah tersebut.
Manajemen BYAN belum dapat menjelaskan dasar penetapan harga pengalihan saham sebesar Rp 2.588 per saham dalam transaksi yang melibatkan pemegang saham perseroan pada Oktober 2026.
Harga tersebut jauh di bawah harga saham BYAN di pasar reguler. Pada 1 Oktober 2026, harga saham BYAN Rp 11.650 dan sempat naik ke Rp 13.450 pada 6 Oktober.
Namun, Haji Isam membeli sekitar 20% saham BYAN dengan harga murah, hanya Rp 2.588. Sebagai perbandingan, Low Tuck Kwong usai penjualan saham tersebut ke Haji Isam juga membeli kembali saham BYAN melalui pasar reguler dengan harga Rp 11.200 per saham.
Direktur Bayan Resources Jenny Quantero mengatakan, perseroan belum dapat memberikan penjelasan mengenai dasar penentuan harga transaksi tersebut karena BYAN bukan pihak yang terlibat langsung dalam transaksi.
“Karena BYAN tidak menjadi pihak dalam transaksi tersebut, kami tidak bisa memberikan konfirmasi,” tulis Jenny dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada Kamis (22/10/2026).
Sebelumnya, BEI meminta penjelasan kepada Bayan Resources mengenai perbedaan harga pengalihan saham tersebut.
BEI juga meminta konfirmasi mengenai kemungkinan perubahan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS), keterkaitan transaksi dengan pelaksanaan perjanjian, serta alasan penggunaan harga Rp 2.588 per saham.
Baca Juga: Wall Street Melemah, Kekhawatiran AI Kembali Muncul di Tengah Kenaikan Harga Minyak
Kepemilikan saham BYAN
Dalam keterbukaan informasi yang sama, Bayan Resources memaparkan komposisi kepemilikan saham berdasarkan laporan per 19 Oktober 2026.
Low Tuck Kwong tercatat memiliki 8,30% saham BYAN. Sementara itu, Elaine Low menguasai 22% saham dan PT Jhonlin Baratama memiliki 30,25% saham perseroan.
Manajemen BYAN juga menyatakan belum menerima informasi atau pemberitahuan lebih lanjut yang mengindikasikan adanya perubahan pengendalian atas perseroan.
Selain itu, Bayan Resources menyampaikan belum terdapat informasi atau fakta material lain yang belum diungkapkan kepada publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














