Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengumumkan laporan keuangan konsolidasi untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2021.
BRPT mencatatkan pendapatan bersih konsolidasian sebesar US$1.555 juta atau meningkat 41% dari periode sama tahun lalu (yoy). Kenaikan ini ditopang sebagian besar karena kenaikan harga jual rata-rata produk petrokimia terutama untuk Olefins dan Polyolefins sementara volume penjualan terus terjual habis
EBITDA sebesar US$490 juta atau meningkat 139% (yoy) dan laba bersih sesudah pajak sebesar US$237 juta atau tumbuh 1.641% yoy. Disokong terutama sebagai hasil dari perbaikan pasar, keunggulan kompetitif Chandra Asri dan eksekusi yang solid secara menyeluruh.
“Hasil keuangan semester I-2021 mencerminkan kelanjutan dari awal yang kuat oleh anak perusahaan petrokimia kami Chandra Asri dengan margin produk yang sehat sepanjang paruh pertama tahun ini serta kontribusi yang stabil dari anak perusahaan panas bumi kami yakni Star Energy,” kata Agus Pangestu, Presiden Direktur BRPT dalam keterangannya, Jumat (6/8).
Baca Juga: Asing net sell hingga Rp 137 miliar, IHSG menguat 0,34% ke 6.226 pada pagi ini (6/8)
Di tengah tantangan pandemi yang masih berlanjut, Agus menegaskan BRPT tetap fokus pada kelangsungan operasional, ketahanan bisnis, dan prinsip kehati-hatian keuangan di kedua bisnis.
Pihaknya tetap optimistis dengan berhati-hati pada paruh kedua tahun ini dengan aktivitas industri yang terus meningkat meskipun terjadi pembatasan di sejumlah wilayah yang sulit untuk diprediksi dan tidak bisa terhindarkan.
“Fokus kami akan tetap pada keunggulan operasional dan keberlanjutan bisnis, di mana keduanya merupakan aspek yang dapat kami kendalikan,” katanya.
Sementara itu, BRPT melihat kinerja yang sangat baik dari bisnis panas bumi (Star Energy) yang terus memberikan tingkat pendapatan dan EBITDA yang stabil dan secara signifikan meningkatkan green footprint dan sustainability credentials.
Aset milik ketiga pabrik Star Energy yaitu Wayang Windu, Salak dan Darajat tetap dapat mempertahankan kapasitas operasional yang maksimum di periode 1H-2021.
“Secara konsolidasi, kami menghasilkan marjin EBITDA sebesar 31,5% dan mempertahankan posisi neraca yang kuat dengan rasio Utang Bersih/EBITDA sebesar 2,2 kali,” ujarnya.
Baca Juga: Marjin Naik, Laba Kotor Barito Pacific (BRPT) Semester I 2021 Melonjak 145,9%
Mengenai kompleks petrokimia kedua, BRPT juga senang Chandra Asri (CAP) telah menyelesaikan dan memilih Thai Oil Public Company Limited (Thaioil), kilang unggulan PTT Public Company Limited (PTT) sebagai investor strategis.
Investor strategis tersebut akan menjadi mitra baru CAP melalui Penawaran Umum Terbatas yang telah diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagai pemegang saham utama CAP, Barito Pacific mendukung penuh aksi korporasi ini.
“Kami berharap dapat bekerja sama untuk mewujudkan kompleks petrokimia kedua dan menciptakan dampak yang melampaui hasil untuk membangun nilai berkelanjutan bagi manusia, bisnis, dan komunitas, di dalam dan di luar,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)