kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Malaysia, India dan Australia lockdown, begini prospek saham komoditas


Senin, 31 Mei 2021 / 18:05 WIB
Malaysia, India dan Australia lockdown, begini prospek saham komoditas
ILUSTRASI. Malaysia, India dan Australia lockdown, begini prospek saham komoditas


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

Karena nantinya produksi akan terganggu tetapi dari sisi demand cenderung normal. Namun, para pelaku pasar juga perlu mencermati terkait kebijakan domestik soal pajak karbon yang dalam jangka menengah bisa mengerem industri akan kebutuhan bahan bakar batubara.

Investor saat ini perlu melihat kembali sentimen yang cukup mix pada komoditas CPO maupun batubara yang terdampak akibat adanya lockdown di ketiga negara tersebut. 

"Komoditas CPO secara jangka pendek akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat, sedangkan harga batubara yang sudah di atas diperkirakan akan bergerak konsolidasi terlebih dahulu," jelas Hendri. 

Baca Juga: Simak proyeksi pergerakan IHSG untuk Senin (31/5)

Kendati harga komoditas relatif sudah bergerak konsolidasi, namun Hendri mencermati masih ada beberapa saham yang sudah terkoreksi dalam dan menanti adanya rebound.

Antara lain PTBA dapat dicermati dengan target harga Rp 2.300 - Rp 2.400, ADRO dengan target harga Rp 1.200 - Rp 1.240, HRUM dengan target harga Rp 5.300 - Rp 5.400. Sedangkan saham-saham CPO nampak wait and see terlebih dulu menanti momentum teknikal rebound.

Selanjutnya: Ini rekomendasi saham-saham berbasis komoditas di tengah kenaikan harga komoditas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×