kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Majoris meluncurkan reksadana saham syariah anyar


Jumat, 10 Februari 2017 / 15:13 WIB
Majoris meluncurkan reksadana saham syariah anyar


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT Majoris Asset Management meluncurkan produk reksadana syariah anyar berbasis saham. Produk bertajuk Majoris Saham Syariah Indonesia (RD MSSI) ini dirilis, Jumat (10/2).

Produk ini merupakan reksadana syariah berbasis saham dengan pendekatan analisa bottom up dalam pemilihan saham. Selain itu, pengalokasian portofolionya melihat pertumbuhan dan nilai saham, dengan mengaplikasikan prinsip syariah di pasar modal dalam pengelolaan portofolio.

Zulfa Hendri, Direktur Utama Majoris Asset Management mengatakan, permintaan pasar akan instrumen investasi syariah terus meningkat.

“Kami percaya bahwa peminat untuk reksadana syariah saham di Indonesia masih sangat banyak. Oleh karena itu, kami juga berencana untuk berkolaborasi dengan Agen Penjual Efek Reksadana untuk memasarkan produk ini ke depannya,” paparnya.

Asal tahu saja, RD MSSI ini akan menggunakan Indeks Saham Syariah Indonesia sebagai tolak ukurnya dengan kebijakan investasi 80%-100% di efek syariah bersifat ekuitas yang tercantum dalam Daftar Efek Syariah yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, 0%-20% di Surat Berharga Syariah Negara yang mempunyai jatuh tempo kurang dari satu tahun dan atau deposito syariah.

Produk ini mulai efektif sejak 24 November 2016 dan mulai penawaran sejak 1 Desember 2016 dengan menggandeng bank kustodian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Bagi anda yang berminat, produk ini menawarkan jumlah pembelian awal yang cukup terjangkau yaitu mulai Rp 1 juta. Kemudian untuk pembelian selanjutnya dipatok Rp 1 juta dan minimum penjualan kembali sebesar Rp 1 juta.

"Tahun ini kami juga berencana untuk meluncurkan produk reksadana terproteksi, mengenai jumlahnya kami masih akan melihat kebutuhan pasar seperti apa," kata Tandy Cahyadi, Head Of Business Development Majoris Asset Management di Jakarta (10/2).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×