kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

London Sumatra (LSIP) Akan Membagikan Dividen Rp 51 per Saham


Sabtu, 23 Juli 2022 / 13:11 WIB
ILUSTRASI. Perekaman data pohon kelapa sawit PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak cuma emiten barang konsumen bermerek dan holding, emiten perkebunan sawit Grup Salim pun akan menebar dividen dari laba tahun lalu. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) akan membagikan dividen Rp 51 per saham.

Pembagian dividen telah mengantongi persetujuan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Kamis (21/7). Dengan harga saham LSIP yang ada di Rp 1.230 per saham kemarin, yield dividen London Sumatra sebesar 4,15%.

Emiten yang kerap dikenal dengan nama Lonsum ini akan membayarkan dividen pada tanggal 19 Agustus 2022. Berdasarkan laporan keuangan LSIP, pembayaran dividen ini setara dengan 35,17% dari laba per saham tahun 2021. Dengan jumlah modal disetor 6,82 miliar saham, total pembagian dividen LSIP mencapai Rp 347,92 miliar.

Baca Juga: Menadah Dividen Grup Indofood

 

"Lonsum tetap fokus dalam pengendalian biaya dan efisiensi, meningkatkan produktivitas serta memprioritaskan belanja modal. Kami juga terus menerapkan praktik-praktik agrikultur yang baik secara berkelanjutan sebagai bagian dari pendekatan keberlanjutan kami," ungkap Benny Tjoeng, Presiden Direktur London Sumatra Indonesia dalam siaran pers.

Sekadar informasi, laba bersih Lonsum tahun lalu meningkat 42,40% secara tahunan menjadi Rp 991,24 miliar dari Rp 696,01 miliar di tahun 2020. Salah satu penyokong laba LSIP adalah kenaikan pendapatan sebesar 27,68% menjadi Rp 4,52 triliun dari sebelumnya Rp 3,54 triliun.

Baca Juga: Pungutan Ekspor Dihapus, Angin Segar untuk Saham CPO

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×