kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Listing hari ini, saham Lancartama Sejati (TAMA) kena auto reject atas


Senin, 10 Februari 2020 / 10:21 WIB
Listing hari ini, saham Lancartama Sejati (TAMA) kena auto reject atas
ILUSTRASI. Ilustrasi saham Bursa Efek Indonesia./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/10/12/2018.

Reporter: Kenia Intan | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia, Senin (10/2). Pada perdagangan perdananya, saham TAMA melesat 69,14% ke level Rp 296 per saham. 

Oleh karenanya, TAMA secara otomatis terkena auto reject Atas (ARA). Sebab, batas ARA bagi saham dengan rentang harga Rp 50 hingga Rp 200 adalah 35%.

Baca Juga: Lancartama Sejati akan gunakan dana IPO untuk beli tanah

Di awal perdagangannya, saham emiten di bidang jasa konstruksi itu mencatatkan frekuensi sebanyak satu kali dengan volume transaksi satu saham. Sementara nilai transaksinya 29.600. 

Sebagai perbandingan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini  dibuka melemah 0,45% ke level 5.972,52.   

Emiten ke-10 yang melantai di bursa selama 2020 itu melepas  melepas 200 juta saham baru yang merupakan saham biasa atas nama, atau sebanyak-banyaknya 20% dari modal ditempatkan. 

Saat melakukan penawaran umum perdana saham atau intial public offering (IPO), saham bernilai nominal saham Rp 25 itu dilepas pada harga Rp 175. 

Melalui IPO TAMA mengantongi dana segar hingga Rp 35 miliar. Merujuk pada prospektus, sebesar 82,89% dana akan digunakan untuk pembelian aset seperti tanah dan bangunan  dari pihak terafiliasi. Sisanya, akan dimanfaatkan untuk modal kerja. 

Dalam melaksanakan IPO perusahaan dengan kode TAMA itu menggandeng PT NH Korindo Sekuritas sebagai penjamin emisi efek. 

Baca Juga: Lancartama Sejati akan melepas 200 juta saham dengan harga Rp 175 per saham

Sebagai pemanis, TAMA juga menawarkan 100 juta waran seri I atau setara 12,5% dari total jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Seluruhnya akan dikeluarkan dari poertepel dengan harga pelaksanaan Rp 288 per Waran Seri I selama 10 Agustus 2020 hingga 10 Februari 2023. 


Tag


TERBARU

Close [X]
×