kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Liga Saham Big Cap sepekan: HMSP naik tertinggi, GGRM masuk lagi


Minggu, 08 Desember 2019 / 17:32 WIB
Liga Saham Big Cap sepekan: HMSP naik tertinggi, GGRM masuk lagi
ILUSTRASI. Investor mengamati pergerakan saham jelang penutupan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/12/2019).?KONTAN/Carolus Agus Waluyo

Reporter: Barly Haliem | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penonton Liga Saham Big Cap (LSBC) bersorak sorai. Menutup perdagangan bursa saham pekan pertama Desember, perdagangan saham peserta Liga Saham Big Cap berlangsung meriah.

Mayoritas harga saham peserta Liga Saham Big Cap naik harga seiring kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sekadar catatan, Jumat (6/12), IHSG naik 2,91% menjadi 6.186,87.

Liga Saham Big Cap adalah ulasan KONTAN khusus kelompok saham dengan kapitalisasi pasar (market cap) di atas Rp 100 triliun. Ya, hanya saham-saham dengan market cap segede gaban itu yang bisa masuk dan berlaga di Liga Saham Big Cap.

Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Franciscus Welirang menyambut baik kehadiran Liga Saham Big Cap oleh KONTAN. Lewat Liga Saham Big Capini, menurut dia, publik khususnya para investor dan calon investor disuguhi pertunjukan saham-saham berfundamental kuat.

“Ini ide kreatif dan inspiratif dari Kontan.co.id yang patut didukung untuk pertumbuhan investasi di Indonesia,” kata Frangky kepada Kontan.co.id, Jumat (6/12).

Dengan kapitalisasi pasar nan jumbo, saham-saham tersebut memiliki fundamental bagus dan tahan dari aksi goreng-menggoreng saham. 

Pendek kata, saham anggota Liga Saham Big Cap cocok untuk investasi jangka panjang. Saham-saham itu sesuai dengan karakter investor yang mengutamakan nilai perusahaan (value investor).

GGRM masuk lagi

Pada laga pekan lalu, Liga Saham Big Cap kedatangan satu pemain baru. Sempat terlempar keluar liga pada pekan belumnya, saham Gudang Garam (GGRM) kembali masuk liga saham elite ini.

Kendati harga turun 0,19% menjadi Rp 52.800 pada penutupan Jumat (6/12), saham GGRM bisa mempertahankan market cap senilai Rp 101,59 triliun. Nilai kapitalisasi pasar saham GGRM itu naik 4,81% dari Rp 96,92 triliun pada penutupan bursa akhir pekan sebelumnya (29/11).

Pekan lalu secara umum laju harga saham anggota Liga Saham Big Cap cenderung stabil dan anteng. 

Ketika bursa menutup market pada Jumat (6/12) sembilan dari 13 saham peserta Liga Saham Big Cap naik harga. Dua saham lain berakhir tanpa perubahan harga penutupan, sementara dua saham tercatat turun harga.

Perubahan Harga Peserta Liga Saham Big Cap
Kode Harga (6/12) %
BBCA 31,975 0.86
BBRI 4,17 -1.18
TLKM 4,1 0.98
BMRI 7,175 0
UNVR 42,25 0.23
ASII 6,775 1.11
HMSP 2,08 3.48
TPIA 9,8 1.03
BBNI 7,575 1.67
ICBP 11,425 1.55
BRPT 1,415 2.9
CPIN 6,9 0
GGRM 52,8 -0.18
Sumber: RTI

Adapun dalam hitungan sepekan (29 November 2019-6 Desember 2019) peta pergerakan harga dan indikator valuasi saham peserta Liga Saham Big Cap tampak seperti tabel berikut.

Harga dan Indikator Valuasi Saham (6 Des 2019)
Kode Harga (29/11) Harga (6/12) % (Sepekan) PER PBV
BBCA 31,400.00 31,975 1,83 28,27 4,69
BBRI 4,090.00 4,17 1,95 15,56 2,58
TLKM 3,930.00 4,1 4,32 18,47 3,49
BMRI 6,975.00 7,175 2,86 12,39 1,67
UNVR 42,850.00 42,25 -1,4 43,87 46,79
ASII 6,500.00 6,775 4,23 12,95 1,52
HMSP 1,935.00 2,08 7,49 17,78 7,56
TPIA 9,350.00 9,8 4,81 187,81 6,96
BBNI 7,500.00 7,575 1 8,85 1,16
ICBP 11,325.00 11,425 0,88 25,73 5,28
BRPT 1,360.00 1,415 4,04 81,35 0,65
CPIN 6,725.00 6,9 2,6 33,01 5,65
GGRM 50,375.00 52,8 4,81 10,52 2,14
Sumber: RTI

Klasemen Sementara Liga Saham Big Cap

Saham HMSP mengalami kenaikan tertinggi sepekan, yaitu (7,49%. Saham Tjandra Asri (TPIA) menjadi runner up dengan kenaikan 4,81%. Sementara saham GGRM diperingkat ketiga dengan persentase kenaikan harga sama seperti TPIA.

Posisi terbuncit ditempati saham UNVR. Saham Unilever minus 1,4% sepekan ini. 

Namun, penurunan UNVR itu terbilang wajar mengingat masa cum date pembagian dividen sudah lewat (2 Desember 2019). Biasanya harga saham akan jatuh seiring berakhirnya cum date dividen. 

Berikut ini adalah peringkat berdasarkan kenaikan harga sepekan.

Peringkat Kenaikan Harga Tertinggi Sepekan
Urutan Kode %
1 HMSP 7.49
2 TPIA 4.81
3 GGRM 4.81
4 TLKM 4.32
5 ASII 4.23
6 BRPT 4.04
7 BMRI 2.86
8 CPIN 2.6
9 BBRI 1.95
10 BBCA 1.83
11 BBNI 1
12 ICBP 0.88
13 UNVR -1.4
Sumber: RTI dan Bloomberg

Meski berada di peringkat 10 dari sisi kenaikan harga, posisi saham Bank Central Asia (BBCA) tidak tergoyahkan sebagai pemegang jawara market cap terbesar di BEI. 

Saham bank milik Grup Djarum ini masih merajai market cap di Liga Saham Big Cap bahkan di pasar saham dalam negeri. 

Mengacu pada harga penutupan bursa Jumat (6/12), BBCA memiliki mencatatkan market cap sekitar Rp 781,56 triliun. Jauh di atas market cap saham-saham yang lain peserta Liga Saham Big Cap. 

Peringkat kedua jawara market cap ditempati saham BBRI dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 520,52 triliun. Tempat ketiga ditempat saham TLKM dengan nilai market cap Rp 402,19 triliun.

Sementara GGRM berada di juru kunci market cap di putaran Liga Saham Big Cap. Market cap GGRM terpaut sekitar Rp 12 triliun dari CPIN yang berada satu peringkat di atas GGRM. 

Penasaran dengan urutan klasemen jawara market cap big cap? Berikut peringkat market cap peserta Liga Saham Big Cap berdasarkan hasil laga terakhir pekan ini.

Peringkat Kode Nilai (Rp Triliun)
1 BBCA 781.56
2 BBRI 520.52
3 TLKM 402.19
4 BMRI 334.83
5 UNVR 321.61
6 ASII 271.24
7 HMSP 233.79
8 TPIA 172.98
9 BBNI 138.93
10 ICBP 131.19
11 BRPT 122.39
12 CPIN 113.15
13 GGRM 101.78
Sumber: BEI

 
Itulah  pandangan mata hasil laga Liga Saham Big Cap sepekan terakhir. Jangan lewatkan ulasan laga berikutnya  di pekan depan.

Salam Liga Saham Big Cap, semoga Anda selalu cuan! 




TERBARU

Close [X]
×