kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Lelang SUN pekan depan diramal masih diminati investor


Jumat, 23 Agustus 2019 / 19:03 WIB

Lelang SUN pekan depan diramal masih diminati investor
ILUSTRASI. Pemerintah raup 12 triliun dari Lelang SUN

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah kembali akan melakukan lelang Surat Utang Negara pada 27 Agustus 2019. Dalam lelang kali ini, pemerintah mengeluarkan 7 seri antara lain SPN03191128, SPN12200508, FR0081, FR0082, FR0080, FR0079, dan FR0076. 

Di lelang ini, pemerintah memiliki target indikatif Rp 15 triliun dan target maksimal Rp 30 triliun. Lelang ini juga digunakan untuk memenuhi target pembiayaan pemerintah dalam APBN 2019.

Baca Juga: Tarif PPh bunga Dinfra, DIRE dan KIK-EBA jadi 5%, ini penjelasan Ditjen Pajak

Analis obligasi BNI Sekuritas Ariawan bilang pada kesempatan lelang ini, permintaan dari investor masih cukup besar. Alasannya, ia berpendapat bahwa level yield saat ini masih menarik untuk pasar obligasi di Indonesia. Menurutnya, masih ada potensi penurunan yield yang terbuka sehingga menambah daya tarik investor. 

“Artinya dengan potensi penurunan yield yang cukup terbuka ini dapat dimanfaatkan untuk investor mulai masuk ke pasar surat utang di Indonesia sekarang,” ujar Ariawan.

Walaupun demikian, ia menilai dari sisi eksternal volatilitasnya meningkat hingga masih tinggi. “Ini yang bisa membatasi minat investor masuk melalui lelang SUN,” ujar Ariawan.

Baca Juga: Pertumbuhan DPK perbankan diramal menciut sampai akhir tahun

Dengan investor yang dinilai masih cukup tertarik, Ariawan memperkirakan penawaran yang masih masih cukup banyak. Ia bilang nilainya bisa mencapai Rp 40 triliun hingga Rp 60 triliun. 

Hanya saja masih ada yang membatasi penawaran tersebut yaitu volatilitas yang masih cukup tinggi dari eksternal. “Untuk pekan depan karena volatilitasnya masih tinggi, penawarannya akan berada di Rp 40 triliun hingga Rp 60 triliun,” tutur Ariawan.

Ariawan juga mengatakan ada dampak jangka panjang yang disebabkan oleh Bank Indonesia yang baru saja menurunkan suku bunga acuan menjadi 5,5%. Hal ini akan membuka kembali peluang penurunan yield sehingga mendorong investor untuk masuk ke pasar ini.

Baca Juga: Menimbang untung-rugi pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI)

Walaupun demikian, peluang penurunan yield masih akan sedikit tertahan dengan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi. Dalam hal ini, Ariawan menyebutkan permasalahan perang dagang yang belum usai dan currency war yang sempat terjadi.


Reporter: Dimas Andi
Editor: Tendi

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0134 || diagnostic_api_kanan = 0.0093 || diagnostic_web = 1.0250

Close [X]
×