kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Lelang SUN berlangsung ramai, penawaran masuk sampai Rp 31,4 triliun


Selasa, 22 Mei 2018 / 19:58 WIB
ILUSTRASI. Pasar modal


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sempat diproyeksikan sepi karena rupiah beberapa hari terakhir terus melemah, ternyata lelang Surat Utang Negara (SUN), Selasa (22/5) membawa hasil yang menggembirakan.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR), penawaran yang masuk dalam lelang SUN kali ini sebesar Rp 31,48 triliun. Angka ini melebihi target indikatif pemerintah di Rp 10 triliun.

Analis IBPA Ifan Mohamad Ihsan menilai hasil lelang SUN kali ini terbilang sangat sukses. Faktor positif yang mempengaruhi hasil lelang SUN sukses diantaranya, pertama kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Kedua, meredanya ketagangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Ketiga, proyeksi likuiditas perbankan yang masih cukup banyak hingga hari ini.

Ifan juga menilai penawaran dan yield yang dimenangkan kali ini sudah sesuai dengan perkiraan pemerintah. Hal ini tercermin dari yield yang pemerintah menangkan tidak jauh dari fair yield untuk masing-masing seri dan nilai bid to cover ratio yang rendah.

"Hal tersebut menandakan permintaan investor kali ini sudah cukup rasional dibandingkan dengan lelang sebelumnya," kata Ifan, Selasa (22/5).

Ifan memproyeksikan selama permintaan lelang cukup solid dan yield yang ditawarkan cukup rasional maka pemerintah tidak akan segan memenangkan lelang yang ada.

"Saat ini baik investor maupun pemerintah seperti yang diungkapkan oleh DJPPR sedang mencari titik keseimbangan yang baru terhadap tingkat yield SUN saat ini," kata Ifan.

Ke depan katalis negatif yang mungkin masih membayangi investor adalah kenaikan suku bunga Fed Funds Rate serta pelemahan rupiah. Selama hal tersebut masih berlanjut, investor masih akan dibayang-bayangi risiko terhadap efek yang dimilikinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×