kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Ledakan bom di Iran kembali memanaskan harga minyak


Rabu, 11 Januari 2012 / 14:26 WIB
ILUSTRASI. Pilihan harga mobil bekas SUV murah Rp 60 jutaan, ada Ford Everest tahun segini


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

SINGAPURA. Setelah tumbang dari level tertinggi dalam sepekan, harga minyak mentah pun mulai bergerak menguat. Harga minyak kembali memanas setelah kantor berita Iran melaporkan terjadi ledakan bom di utara Teheran.

Fars melaporkan, bom tersebut meledak pagi tadi, dan menewaskan seorang profesor universitas dan melukai dua lainnya. Seseorang dengan sepeda motor menempatkan bom magnetik di bawah mobil Roshan Mostafa Ahmadi, seorang profesor di universitas Teheran.

Minyak mentah untuk pengiriman Februari bergulir ke US$ 102,02 per barel, atau turun sebesar 22 sen pada pukul 14.33 waktu Singapura. Sebelumnya, emas hitam ini sempat jatuh sebanyak 64 sen dari level tertinggi dalam sepekan, karena rumor Eropa mungkin akan memasuki resesi. Apalagi, terjadi perdebatan di antara negara Uni Eropa dalam pembicaraan soal rencana embargo minyak Iran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×