Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Timah Tbk (TINS) berhasil membukukan pencapaian kinerja fundamental yang melesat tinggi berkat momentum ketatnya pasokan timah di pasar global.
Managing Director PT Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su memandang bahwa prospek positif dan ekspansi perusahaan ditopang oleh kuatnya harga jual rata-rata komoditas di bursa internasional. Penguatan harga jual tersebut merupakan respons pasar atas keterbatasan tingkat ketersediaan pasokan.
Dari sisi domestik, lonjakan volume penjualan perusahaan juga didorong oleh optimalisasi operasional di lapangan serta agresivitas langkah pemerintah dalam melakukan penertiban terhadap praktik tambang ilegal.
Pemberantasan aktivitas penambangan liar terbukti menjadi faktor penting dalam menjaga pasokan bijih timah serta menjamin kelancaran operasional pabrik peleburan perseroan.
Baca Juga: Aturan ARB 7% Berlaku, Ini Dampaknya pada Pergerakan IHSG
"Defisit pasar timah global sekitar 5.720 ton pada 1H26 berpotensi menopang harga hingga akhir tahun," jelas Harry kepada Kontan, Selasa (20/10/2026).
Terhambatnya aliran rantai pasokan dunia tersebut sontak memberikan durian runtuh bagi kinerja keuangan perseroan pada semester pertama tahun ini.
Laba bersih TINS pada semester I 2026 tercatat meroket hingga mencapai Rp 2,71 triliun.
Angka perolehan ini melampaui target awal laba bersih setahun penuh yang sebelumnya hanya dipatok sebesar Rp 1,61 triliun oleh pelaku pasar.
Walaupun telah mengamankan rapor keuangan yang gemilang, laju pergerakan saham perusahaan ke depannya masih akan sangat bergantung pada seberapa jauh manajemen mampu mempertahankan margin dan merealisasikan penjualannya.
Pelaku pasar tetap perlu mewaspadai sejumlah risiko bisnis makroekonomi yang berpeluang menekan performa perseroan pada sisa tahun berjalan.
"Tantangan utama adalah potensi koreksi harga timah apabila pasokan global pulih atau permintaan elektronik melemah, serta konsistensi peningkatan produksi dan pengendalian biaya," ungkap Harry.
Mempertimbangkan katalis yang ada, Harry merekomendasikan buy untuk saham TINS dengan target harga Rp 5.000 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














