kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Laba Summarecon flat di akhir September


Jumat, 31 Oktober 2014 / 19:10 WIB
ILUSTRASI. Saat mendekor ulang rumah, bagaimana cara memadukan gorden dan karpet untuk menciptakan suasana yang nyaman?


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) memperkirakan, pertumbuhan kinerja tahun ini tak agresif. Ini terlihat dari hasil kinerja kuartal III.

Di akhir September 2014, pendapatan Summarecon tumbuh 19,34% menjadi Rp 3,64 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp 3,05 triliun. 

Sementara laba bersihnya hanya tumbuh tipis 0,4% menjadi Rp 883,62 miliar dari peiode sama tahun lalu Rp 879,8 miliar.

Penyebabnya, beban pokok penjualan SMRA naik lebih tinggi, yaitu 25,5% year on year (yoy) menjadi Rp 1,8 triliun. Hal ini membuat laba kotor perseroan hanya tumbuh 13,75% menjadi Rp 1,82 triliun.

Di sisi lain beban penjualan SMRA turun 6,8% menjadi Rp 139,4 miliar. Beban umum dan administrasi Rp 508,9 miliar naik 20,7% yoy dan beban operasi lain Rp 6,3 miliar naik 85,29% yoy. 

Menurut Johannes, penurunan laba bersih SMRA lantaran margin penjualan rumah cenderung lebih kecil dibanding kawasan komersial. "Hampir setengah dari penjualan tahun ini berasal dari rumah sehingga marginnya kecil," katanya. 

Oleh karena itu, Johannes menargetkan laba bersih tahun ini akan cenderung flat. Sedangkan dari sisi pendapatan bisa tumbuh 10%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×