kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45938,20   9,85   1.06%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Laba Semen Indonesia (SMGR) Meningkat 15,68% pada 2022, Cermati Rekomendasi Analis


Selasa, 14 Maret 2023 / 13:50 WIB
Laba Semen Indonesia (SMGR) Meningkat 15,68% pada 2022, Cermati Rekomendasi Analis
Strategi Semen Indonesia (SMGR) mengelola lebih dari 1.200 jalur transportasi darat dan lebih dari 100 jalur transportasi laut untuk mendukung kelancaran pasokan bahan bangunan ke berbagai wilayah di Indonesia.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

Alhasil, perusahaan semen cenderung mengalami kesulitan dalam mengerek harga jual rata-rata alias Average Selling Price (AVP) di tengah kenaikan harga bahan baku.

"Inflasi dan kenaikan harga BBM juga ikut meningkatkan beban bahan baku dan transportasi," kata Daniel kepada Kontan.co.id, Selasa (14/3).

Sedangkan bagi Equity Research Analyst Pilarmas Investindo Sekuritas Desy Israhyanti, kinerja SMGR tahun lalu di atas ekspektasi. Desy melihat SMGR mulai menekan cost of fund dan margin laba pun sudah cenderung meningkat.

Secara industri, Desy melihat prospek SMGR tahun ini masih menantang. Meski, ada potensi untuk tumbuh sejalan dengan penurunan harga batubara. Selain itu, kinerja SMGR bisa terdorong oleh strategi penguatan jalur distribusi di Sumatra sebagai pasar terbesar kedua SMGR.

Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham Semen Baturaja (SMBR) Berikut Ini

Dengan begitu, SMGR berpeluang untuk menekan beban logistik. Daniel sepakat, penurunan harga batubara yang cukup signifikan akan membantu meringankan beban bahan baku, sehingga dapat memperbaiki margin profitabilitas.

Daniel memproyeksikan ada pemulihan volume penjualan, dengan dorongan dari proyek Ibu Kota Negara (IKN). Sebagai BUMN, Daniel menaksir SMGR akan menjadi prioritas dalam memasok semen untuk proyek jumbo tersebut.

"Namun saya melihat pada kuartal pertama 2023 volume penjualan semen nasional masih akan ada dalam tekanan mengingat curah hujan yang tinggi," ujar Daniel.

Sementara itu, Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya masih memandang wait and see untuk prospek kinerja SMGR tahun ini. Faktor suku bunga bisa menahan laju sektor properti dan konstruksi yang menjadi penggerak industri semen.

Cheril menyematkan rekomendasi hold saham SMGR atau average down dengan mencermati support di harga Rp 6.400 - Rp 6.450 dan target harga di Rp 6.900. Sedangkan Desy merekomendasikan buy dengan target harga Rp 9.700.

Baca Juga: Laba Bersih Semen Baturaja (SMBR) Naik 103% Menjadi Rp 94,82 Miliar di 2022

Daniel turut menyematkan rekomendasi beli saham SMGR dengan target harga Rp 9.200. Analis Sucor Sekuritas, Clara Nathania dalam risetnya juga memberikan rekomendasi buy saham SMGR dengan target harga Rp 10.400.

Clara melihat SMGR memiliki pangsa pasar yang besar dan keunggulan biaya. Apalagi SMGR telah mengamankan 100% domestic market obligation (DMO) batubara untuk tahun ini.

Langkah tersebut bisa semakin mengurangi tekanan biaya. Clara pun memproyeksikan laba bersih SMGR tahun 2023 bisa mencapai Rp 3,4 triliun atau mencapai level pertumbuhan di atas 21% secara YoY. 

Adapun saham SMGR berfluktuasi pada Sesi I perdagangan Selasa (1/3), dan sempat menguat ke posisi Rp 6.725. Meski kembali melandai hingga menutup Sesi I di harga Rp 6.625 per lembar saham, level yang sama dengan harga penutupan pada Senin (13/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×